2018, Penjualan Apartemen di Jakarta Tergolong Rendah dalam 10 Tahun Terakhir

Hingga September tahun ini, penjualan apartemen di Jakarta hanya sebesar 2.000 unit dari total yang diluncurkan ke pasar sebanyak 4.000 unit.

2018, Penjualan Apartemen di Jakarta Tergolong Rendah dalam 10 Tahun Terakhir, Pasar apartemen Jakarta, Savills Indonesia, Anton Sitorus
(Foto: Reuters)

RumahHokie.com (Jakarta) – Berdasarkan laporan yang dimiliki oleh Savills Indonesia, tingkat penjualan apartemen di Jakarta sepanjang tahun 2018 tergolong paling rendah dalam 10 tahun terakhir.

Menurut Anton Sitorus, Director of Research and Consultancy Savills Indonesia, tren negatif itu disebabkan karena semakin berkurangnya pasokan apartemen dan level harga yang tergolong mahal. Dengan demikian, berdampak langsung pada penjualan unit hunian vertikal.

“Hingga September tahun ini, penjualan apartemen di Jakarta hanya sebesar 2.000 unit dari total yang diluncurkan ke pasar sebanyak 4.000 unit,” jelasnya, Rabu (19/12/2018).

Baca Juga: Pasar Apartemen: Antara Investor, Pemilu, dan Ekonomi Global

Anton mengatakan, proyek-proyek apartemen yang banyak dipasarkan berasal dari kelas menengah-atas (upper-middle class) dengan sales rate mencapai hampir 80%. Sedangkan untuk penjualan apartemen kelas atas tergolong sedikit.

Savills Indonesia mencatat, secara volume unit di pasar, apartemen kelas atas tidak banyak. Biasanya, kalau ada dalam satu proyek, jumlahnya berkisar 100 unit hingga 200 unit. Tak banyak, hanya 2%-3% dari total unit yang ada di pasar.

“Tanda-tanda bahwa pasar apartemen high-end jualannya agak susah itu sebenarnya sudah dari tahun lalu. Oleh karena itu dalam kondisi tersebut, hampir tidak ada developer properti yang launching proyek apartemen high-end lagi,” kata Anton.

Baca Juga: Potensi Investasi Apartemen di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi

Dari segi harga, Savills juga melihat tak ada banyak perubahan yang terjadi di pasar apartemen Ibukota sejak awal tahun, yang masih berada di level Rp26,4 juta per meter persegi.

Konsultan properti global itu, juga mencatat sampai dengan tahun 2022 akan ada tambahan pasokan hunian apartemen baru yang mencapai 65.300 unit.

“Kalau semua itu terealisasi hingga tahun 2022, total apartemen strata di Jakarta akan mencapai 200 ribu unit. Jumlah ini tergolong sangat sedikit apabila dibandingkan dengan kota-kota lain di negara tetangga di sekitar Indonesia. Untuk itu, Pemerintah Indonesia harus menggalakan hunian vertikal,” tutur Anton.

Apartemen Strata di Bodetabek
Jika dilihat dari jadwal pembangunan, pasokan apartemen masih terus akan meningkat. Savills melihat akan ada banyak unit apartemen yang masuk ke pasar di area Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).

Baca Juga: Benarkah Penghapusan Pajak Barang Mewah Akan Menggerakkan Sektor Properti?

“Dari sisi penjualan kemungkinan tidak akan tinggi dari periode sebelumnya. Berdasarkan data terakhir, penjualan apartemen di daerah Bodetabek mencapai 5.600 unit. Dalam artian masih lebih tinggi ketimbang di Jakarta,” ujar Anton.

Untuk pasaran harga apartemen di daerah Bodetabek, Savills menilai trennya masih flat, tertahan di angka Rp15,4 juta per meter persegi.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda