2019, Program Perumahan Rakyat Dapat Kucuran Dana Rp7,82 Triliun

Pagu anggaran dalam APBN 2019 tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) rumah umum.

rumah-menengah-metland-cileungsi-rumahhokie-dok
Rumah menengah (Foto: Dok. RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) akan menganggarkan dana Rp7,82 triliun untuk program perumahan di 2019 mendatang.

Pagu anggaran dalam APBN 2019 tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) rumah umum dan manajemen/perencanaan di bidang perumahan.

Baca Juga: Sukseskan Program Sejuta Rumah, Pemerintah Lakukan 4 Hal Ini

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, saat memberikan paparan Rencana Program Penyediaan Tahun Anggaran 2019 Ditjen Penyediaan Perumahan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin (29/10/2018).

Khalawi juga merinci rencana pemanfaatan anggaran di sektor perumahan tersebut. Pertama adalah alokasi anggaran Rp2,621 triliun untuk pembangunan 6.873 unit rumah susun.

Baca Juga: Ini Syarat Dapat Bantuan Program Bedah Rumah dari Pemerintah

Selanjutnya Rp551,25 miliar untuk membangun 2.130 unit rumah khusus, Rp123,8 miliar untuk bantuan PSU untuk 13.000 unit rumah subsidi dan Rp4,287 triliun untuk alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah 206.500 unit rumah.

Sementara itu, alokasi untuk manajemen atau perencanaan bidang perumahan seperti belanja pegawai, dan belanja operasional sebesar Rp236,25 miliar.

“Sebaran pembangunan untuk kegiatan yang dilaksanakan Ditjen Penyediaan Perumahan diupayakan seimbang untuk wilayah barat dan timur Indonesia,” jelas Khalawi.

Berdasarkan Prioritas
Terkait dengan program rumah swadaya, imbuh Khalawi, dari total target 206.500 unit akan ditangani berdasar prioritas, yakni 40.000 unit untuk pemerintah daerah, 106.500 unit untuk aspirasi anggota dewan, 16.011 unit untuk diskresi presiden dan kementerian/lembaga lain, BNPP 5.917 unit dan 1.173 unit untuk pengembangan Jabarsel Menko Maritim, 22.828 unit untuk KPPN, 9.020 untuk KSP Papua dan Papua Barat, serta 5.051 unit untuk KSPN.

Baca Juga: Ini Dia Rumah Subsidi di Kawasan Bekasi, Tangerang, dan Bogor

Sedangkan untuk target 6.873 unit Rusun akan dibagi menjadi empat target, yakni 3.162 unit untuk Rusunawa Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), 1.135 unit Rusunawa pekerja, 1.226 unit untuk Rusunawa Lembaga Pendidikan Berasrama, dan 1.350 unit untuk Rusunawa Perguruan Tinggi.

Dari target 2.130 unit Rumah Khusus terbagi menjadi empat target, di antaranya 1.247 unit Rusus untuk nelayan, 470 unit Rusus untuk daerah tertinggal dan pulau terluar, 225 unit Rusus kawasan perbatasan, dan 188 unit Rusus untuk masyarakat terdampak program pemerintah.

Baca Juga: Hingga Akhir Oktober, Program Sejuta Rumah Capai Angka 884.924 Unit

Adapun target bantuan PSU 13.000 unit rumah subsidi akan disebar di pulau Sumatera sebanyak 3.037 unit, Kalimantan (1.998 unit), Sulawesi (2.182 unit), Papua (445 unit), Bali dan Nusa Tenggara (413 unit) dan Jawa (4.889 unit).

“Kami juga mengalokasikan anggaran untuk Program Padat Karya Tunai untuk pembangunan rumah khusus dan rumah swadaya sebesar Rp4,78 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari belanja upah Rp385,34 miliar dan diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 208.630 orang,” pungkas Khalawi.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda