3 Tahun Terakhir, Ruang Co Working di Asia Pasifik Tumbuh 150%

Perkembangan teknologi dan perubahan budaya bekerja di dunia, merangsang pertumbuhan co working space dan serviced office di wilayah Asia Pasifik sebesar 150% dalam tiga tahun terakhir.

Co Working Space-JLL Indonesia-RumahHokie.com-ipapa
(Foto : ipapa)

RumahHokie.com (Jakarta) – Seiring perkembangan teknologi dan tren yang beredar di generasi milenial, permintaan ruang kantor yang fleksibel di Asia Pasifik mengalami pertumbuhan lebih cepat apabila dibanding kawasan lainnya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh konsultan real estate global, Jones Lang LaSalle (JLL) menyebutkan persediaan ruang kantor fleksibel (co working space dan serviced office) di kawasan Asia Pasifik naik sebesar 35,7% per tahun.

Sedangkan, di kawasan Amerika Serikat pertumbuhan persediaan ruang kantor fleksibel itu
berada di angka 25,7% dan di wilayah Eropa mengalami kenaikan permintaan sebesar
21,6%.

Baca Juga : Co-Working Space: Manisnya Peluang Bisnis “Kantor Bersama”

JLL Asia Pasifik melakukan penelitian terhadap 12 pasar co working space dan serviced office operator utama di kawasan Asia Pasifik.

Mereka mengungkapkan antara tahun 2014 hingga tahun 20178, jumlah operator untuk ruang kantor dengan konsep fleksibel tersebut meningkat sebesar 150%.

“Diprediksi pada tahun 2030 mendatang, ruang kerja dengan konsep fleksibel dapat meliputi 30% dari portofolio properti komersial perusahaan di seluruh dunia,” ucap Susan Sutherland ,Kepala Riset Solusi Korporasi, JLL Asia Pasifik.

Lebih lanjut, Susan menjelaskan pendorong utama bertumbuhnya ruang co working terjadi karena Pemerintah setempat mendorong kewiraswastaan melalui berbagai perusahaan rintisan (start up).

Kondisi dunia bisnis tradisional, seperti manufaktur yang sedang melambat, juga ditengarai
memicu ruang perkantoran berkonsep co working maupun serviced office semakin berkembang.

Baca Juga : JLL: Bisnis Berbasis Teknologi Bawa Angin Segar untuk Ruang Perkantoran di Jakarta

Contohnya saja, Pemerintah di negara Singapura telah mendukung pengembangan lokasi ruang perkantoran fleksibel seperti JTC LaunchPad, yang merupakan ‘rumah’ untuk sejumlah perusahaan teknologi rintisan.

Sedangkan, Pemerintah Jepang memperkenalkan reformasi cara kerja yang lebih fleksibel untuk meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja dan produktivitas melalui desain perkantoran co working space.

Menanggapi permintaan yang meningkat, JLL Asia Pasifik mencatat bahwa pemilik aset properti akan terus membentuk usaha kerjasama dengan operator co working, atau membuat penawaran ruang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan penyewa.

“Di masa mendatang, tampak konvergensi untuk terus berkembang dan banyak operator  mulai menyediakan ruang co working serta menargetkan para pengguna serviced office,” tutup Sutherland.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda