5 Kunci yang Mendorong Pertumbuhan Industri Properti di Asia Pasifik

Menurut JLL, terdapat lima kunci yang akan membentuk dan mendorong pertumbuhan industri properti di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2019.

Industri Properti di Asia Pasifik
Ilustrasi kondisi properti di Asia Pasifik. (Foto: property360)

RumahHokie.com (Jakarta) – Permintaan real estate di kawasan Asia Pasifik diperkirakan akan terus bergerak maju di tahun 2019. Hal itu didorong oleh fundamental demografis yang kuat. Konsultan properti global, JLL Asia Pasifik memproyeksikan di tahun 2019, volume transaksi real estate secara keseluruhan akan naik sebesar 5%.

Menurut JLL, terdapat lima kunci yang akan membentuk dan mendorong pertumbuhan industri properti di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2019.

1. Pertumbuhan aset-aset yang berkaitan dengan kehidupan
Penambahan jumlah penduduk perkotaan di Asia Pasifik berdampak pada meningkatnya permintaan akan perumahan alternatif. Contohnya, hunian bersama (co-living),rumah tinggal untuk pelajar, panti jompo dan lain sebagainya.

Baca Juga: Investasi Properti Komersial Asia Pasifik Diperkirakan Naik 5% Pada 2019

Stuart Crow, Head of Capital Markets JLL Asia Pasifik, menjelaskan bagi para investor, sektor yang berkaitan dengan kehidupan itu menawarkan hasil yang menarik serta prospek pertumbuhan bisnis secara jangka panjang.

“Sektor-sektor baru ini siap untuk mengalahkan investasi di bidang aset perumahan tradisional terkait dengan sifatnya dalam penggunaan ruang yang efisien, manajemen bangunan yang unggul, serta imbal hasil yang umumnya lebih tinggi,” ujar Crow.

2. Mengembangkan ruang kerja yang fleksibel
Semakin banyak perusahaan di Asia Pasifik yang menggunakan ruang kerja bersama (co-working space) sebagai cara untuk mengembangkan inovasi di antara para karyawan dan memenangkan persaingan dalam merekrut karyawan berbakat.

Laporan JLL Asia Pasifik menuliskan, tren baru dalam meningkatkan pengalaman sumber daya manusia ini telah menyebabkan peningkatan dalam penggunaan ruang kantor yang fleksibel, dalam hal ini co-working dan serviced offices.

Baca Juga: Asia Pasifik Kian Dilirik Investor untuk Bisnis Pusat Data Bersama

3. Bertambah banyaknya pusat logistik dan data
Dengan meningkatnya peran Asia Pasifik sebagai pemimpin dalam industri e-commerce global, berdampak pada semakin berkembangnya infrastruktur penyimpanan data serta fasilitas pergudangan untuk barang-barang fisik ritel yang dibangun oleh perusahaan.

4. Perubahan terhadap eksposur utang
Beberapa bank semakin memperketat persyaratan pinjaman mereka, hal ini akan menimbulkan celah bagi pemberi pinjaman non-bank dan asing untuk memasuki pasar, khususnya di Australia, India dan China.

Menurut Crow, akan semakin banyak investor yang beralih ke pemberi pinjaman luar
negeri yang menawarkan bentuk-bentuk utang atau ekuitas yang lebih fleksibel untuk proyek-proyek tertentu.

Baca Juga: 5 Kota di China Duduki Peringkat Kantor Sewa Termahal di Asia Pasifik

“Investasi utang adalah salah satu cara untuk mengurangi resiko dalam portofolio dan semakin banyak investor yang mencari cara untuk menggunakan utang dalam melindungi mereka dari volatilitas pasar serta anjloknya pendapatan dari bidang properti,”

5. Evolusi kota pintar
Dengan terus digaungkannya inisiatif kota pintar di berbagai negara, Asia Pasifik mulai merasakan semakin meningkatnya kebutuhan untuk membangun infrastruktur digital yang lebih baik.

“Kota pintar sangat tergantung pada data, maka pengembangan dan pengelolaan properti
cerdas kemungkinan akan membutuhkan pengumpulan dan analisis data yang sangat luas” tutupnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda