Adhi Karya Optimistis LRT City Mampu Bantu Urai Kemacetan

Adhi Karya akan mengembangkan 12 proyek LRT City, proyek mixed-use yang dibangun dengan konsep TOD di titik-titik stasiun LRT Jabodebek.

Budi Saddewa Soediro, DerekturPT Adhi Karya (Persero), Tbk (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari di Ibukota Jakarta. Penyebab utamanya, pemerintah belum bisa menyuguhkan transportasi publik yang memadai, sehingga kaum urban dan para komuter “terpaksa” menggunakan kendaraan pribadi agar tiba di tujuan lebih cepat dan nyaman.

Berdasarkan data Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) 2016 lalu, kendaraan yang  masuk ke Jakarta mencapai 1,4 juta kendaraan setiap hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 423.000 (31%) berasal dari Tangerang, 426.000 (31%) dari Bogor, dan 571.000 unit (38%) dari Bekasi.

Dengan kondisi seperti ini, kaum suburban dari sekitar Jakarta, akan merasakan kemacetan lalu lintas yang luar biasa, terutama pada saat jam sibuk, yaitu pagi dan sore hari.

Baca Juga: Adhi Karya Mulai Proyek LRT City Sentul Seluas 14,8 Hektar

Di sisi lain, data dari Biro Pusat Statistik mencatat, kerugian akibat kemacetan di Jakarta diprediksi sekitar 28,1 triliun per tahun.

Guna mengurai kemacetan yang menjadi problem klasik masyarakat Jakarta, Pemerintah membangun jaringan light rail transit (LRT) yang  diperkirakan selesai pada akhir 2017 atau awal 2018.

Dengan selesainya proyek senilai Rp22,5 triliun ini, masyarakat Jakarta dan kaum suburban tidak lagi terjebak berjam-jam di jalan.

“Dengan menggunakan LRT, waktu tempuh bisa terukur. Diperkirakan jarak tempuh dari Bekasi Timur menuju kawasan Sudirman hanya sekitar satu jam,” jelas Budi Saddewa Soediro, Direktur PT Adhi Karya (Persero), Tbk. beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keberadaan LRT Jabodebek ini akan lebih maksimal apabila ditunjang dengan pengembangan kawasan di setiap titik-titik stasiun.

Pengembangan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), membuat  titik-titik stasiun akan menjadi kawasan yang bisa menjadi meeting point bagi warga Jakarta, maupun kaum suburban.

“Inilah peradaban baru masyarakat Jakarta serta kaum suburbannya, dengan memanfaatkan LRT, serta kawasan yang berada di setiap titik-titik stasiun, akan mampu mengurai kepadatan di tengah kota Jakarta, yang selama ini menjadi problem klasik Jakarta,” imbuh Budi.

12 LRT City Jabodebek
Untuk itu, Adhi Karya akan mengembangkan 12 proyek LRT City, proyek mixed-use yang dibangun dengan konsep TOD di titik-titik stasiun LRT Jabodebek.

Baca Juga: Adhi Karya Pasarkan 3.000 Unit Hunian di Empat Proyek LRT City

Sesuai dengan Kepres No. 98 Tahun 2015, tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, Pemerintah telah menugaskan Adhi Karya untuk membangun prasarana kereta api ringan/LRT terintegrasi, meliputi pembangunan jalur termasuk konstruksi jalur layang, stasiun, serta fasilitas operasi.

Langkah yang dinilai strategis ini diyakini bisa mengurai kemacetan dan kepadatan arus lalu lintas menuju Jakarta pada saat jam sibuk.

Budi mengatakan, Adhi Karya telah melakukan analisa kepadatan lalu lintas dari sisi luar Jakarta, untuk penentuan titik stasiunnya. Dengan penentuan titik-titik stasiun yang tepat, keberadaan LRT akan mampu menurunkan beban lalu lintas dan kepadatan di Jalan Tol.

“Salah satu contoh, titik Stasiun Bekasi Timur, yang berada di dekat Pintu Tol Bekasi Timur, diyakini akan mengurai kemacetan dan kepadatan jalan Tol dari arah timur Jakarta,” pungkasnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda