Akuisisi Sejumlah Gedung, BSDE Targetkan Recurring Income Hingga 25%

Untuk melancarkan rencana ekspansi tahun ini, PT Bumi Serpong Damai, Tbk menyiapkan belanja modal senilai Rp4 triliun.

Sinar Mas Land Outlook 2018 (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Memasuki 2018, PT Bumi Serpong Damai Tbk. menargetkan pendapatan marketing sales sebesar Rp7,2 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan dengan kode saham BSDE ini mengandalkan sejumlah proyek di kawasan BSD City, Apartemen SouthGate TB Simatupang, dan Klaska Residence di Surabaya.

Baca Juga: Kembangkan Klaska Residence, Sinar Mas Land Gelar Groundbreaking Tower Azure

Hermawan Wijaya, Direktur BSDE mengatakan, guna rencana ekspansi tersebut, pihaknya menyiapkan belanja modal senilai Rp4 triliun pada tahun ini.

“Kami meyakini permintaan terhadap properti akan kembali bergairah tahun ini yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat sebesar 5,07% pada tahun 2017. Kondisi ini lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan pada tahun 2016,” kata Hermawan dalam acara Sinar Mas Land Outlook 2018, Selasa (13/2/2018).

Baca Juga: Sinar Mas Land and Japanese Consortium Launch The Zora

Dia menuturkan, sepanjang 2017 lalu, BSDE berhasil meraup marketing sales Rp7,23 triliun. Angka ini diperoleh dari penjualan sektor residensial Rp2,265 triliun, komersial sebesar Rp4,128 triliun, dan joint venture Rp840 miliar.

Adapun, untuk target marketing sales pada tahun 2018, BSDE akan meningkatkan kontribusi produk komersial menjadi sebesar Rp3,55 triliun, sedangkan produk residensial diharapkan akan memberikan tambahan marketing sales Rp3,65 triliun.

“BSDE akan terus berekspansi pada tahun ini baik secara organik maupun anorganik untuk mendukung pertumbuhan kinerja yang berkesinambungan,” papar Hermawan.

Target Recurring Income 25%
Di sisi lain, untuk meningkatkan pendapatan berulang (recurring income), BSDE mengakuisisi Bakrie Tower dan MSIG Tower.

Di 2017 lalu, BSDE mengakuisisi 13 lantai di Bakrie Tower sebagai bagian dari investasi properti. Adapun, net leasable area (NLA) dari 13 lantai tersebut mencapai 17.000 m2.

“Rata-rata harga sewa di Bakrie Toer mencapai Rp300.000 per meter persegi per bulan. Sejauh ini, tingkat okupansi di Bakrie Tower mencapai 23% pada Januari 2018 dan ditargetkan akan terisi sekitar 80% hingga 90% pada tahun 2019,” kata Hermawan.

Baca Juga: Bangun Proyek di BSD City, Sinar Mas Land Gandeng Konsorsium Jepang

Di akhir tahun lalu, BSDE juga telah mengakuisisi Sinarmas MSIG Tower yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta. Adapun, NLA yang diakuisisi mencapai 68.525 m2 dengan rata-rata harga sewa mencapai Rp260.000/m2/bulan. Tingkat okupansi di Sinarmas MSIG Tower mencapai 40% pada tahun 2017 dan ditargetkan terisi sekitar 80% – 90% di 2019.

“Tujuan akuisisi ini adalah investasi properti untuk menambah portofolio pendapatan berulang perusahaan. Kami yakin, dengan dukungan pendapatan berulang yang besar, perusahaan dapat menjaga pertumbuhan kinerja di masa mendatang,” kata Hermawan.

Dia menjelaskan, saat ini recurring income BSDE mencapai 17% – 20%. Dalam lima tahun ke depan pendapatan berulang bisa meningkat 20% – 25%.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

 

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda