Apa Beda Beli Properti di Malaysia dengan Indonesia?

Negeri jiran ini tidak seperti negeri kita. Pajak properti hanya dipungut dari keuntungannya saja. Real Property Gains Tax (RPGT).

Kuala Lumpur, Malaysia (Foto: Wikipedia)

RumahHokie.com – Datang ke Kuala Lumpur, ternyata kota ini bebas lumpur. Sejak Smart Tunnel (terowongan) rampung dibangun, banjir tengah kota tak lagi jadi momok.

Tunnel ini kalau nggak hujan berubah jadi jalan raya. Cerdik. Makanya diberi nama “Smart Tunnel”, bukan “Tolol Tunnel”. Beda KL dengan Indonesia. Mari kita “Cek Toko Sebelah”.

Beli properti primary, dilindungi peraturan pemerintah. Jika Anda mau lantai 27, maka cukup bayar DP (uang muka) dan lanjut libur bayar. Anda baru wajib bayar saat lantai 27 mulai dibangun.

Baca Juga: Megaproyek di Johor Bahru Ini Bidik Konsumen Properti Indonesia

Jadi tidak boleh bayar angsuran saat developer belum kerja apa-apa. Beda dengan kita ya. Saya nggak bilang mereka lebih baik daripada kita. Cuma beda saja.

Uang Anda 10% DP itu harus disimpan di escrow account yang tidak juga boleh dipakai buat bangun. Sekali lagi, beda dengan di sini.

Negeri jiran ini tidak seperti negeri kita. Pajak properti hanya dipungut dari keuntungannya saja. Real Property Gains Tax (RPGT). Kalau simpan di bawah lima tahun kena 30%, tapi kalo dijual setelah simpan lima tahun, pajaknya ciut jadi 5%.

Di sini, kena dua kali. Saat beli bayar, saat jual bayar lagi. Sekali lagi, ini beda dengan kita.

Baca Juga: Infrastruktur dan Transportasi Dongkrak Sektor Perhotelan Vietnam

Malaysia My Second Home (MM2H) adalah insentif beli rumah bagi orang asing. Ada tabel harga mininal pada tiap-tiap kesultanan (states) yang harus dipatuhi.

Jika Anda beli properti dengan skema MM2H, Anda bisa tinggal 10 tahun dengan visa sosial budaya dan multiple entry. Beli mobil bebas pajak atau Anda boleh bawa mobil kesayangan di Indonesia ke sana.

Oh ya, asisten rumah tangga juga boleh dibawa. Fasilitas sekolah anak juga asyik. Pokoknya, kayak warga negara saja. Anda jangan ganti, tetaplah WNI.

Di sana tak ada pocong karena yang ada adalah hantu bungkus. Angkatan Laut adalah “pasukan basah kuyup”. Jangan cari kakus/WC karena yang ada bilik merenung. Tak ada mobil karena yang ada kereta. Dengan kereta, Anda ajak budak (anak) pusing-pusing (jalan-jalan).

Awas, pada setiap pintu di situ ada tulisan “kaki tangan sahaja”. Lha, bagaimana kalau hanya kaki dan tangan yang boleh masuk? Perut dan kepada ditinggal di luar? Tenang. Kaki tangan sahaja itu “staff only” dan di sini biasa ditulis “khusus karyawan”. Lha kalo Anda bos harus lewat mana?

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda