Apresiasi Karya Anak Indonesia, Ikea Kirim 20 Gambar ke Tingkat Dunia

Ikea Drawing Competition merupakan kompetisi bagi anak-anak usia 4 tahun sampai 12 tahun. Para peserta diminta untuk menggambar boneka impiannya.

(Foto: dok Ikea Indonesia)

RumahHokie.com (Jakarta)Ikea Indonesia mengumumkan 20 gambar hasil kreasi anak bangsa yang akan mewakili ajang menggambar tingkat dunia di Swedia. Nantinya, seluruh karya itu akan berkompetisi dengan para peserta dari mancanegara.

Bertajuk Ikea Drawing Competition 2017, lomba ini dilaksanakan di seluruh gerai produsen furnitur tersebut yang ada di mancanegara secara bersamaan.

Setiap negara yang berpartisipasi pada kompetisi ini diperkenankan untuk memilih 20 gambar terbaik. Kemudian, tim Ikea Global akan memilih 5 gambar terbaik. Karya-karya yang dipilih menjadi gambar terbaik akan dibuat sebagai bagian dari koleksi boneka soft toy di tahun berikutnya.

Baca Juga: Gandeng UKM Lokal, Ikea Pamerkan Produk Kerajinan Indonesia

Public Relations Ikea Indonesia, Ririn Basuki, menjelaskan, pihaknya senang melihat ragam kreativitas dan imajinasi anak-anak di Tanah Air yang diekspresikan melalui gambar soft toy impian mereka dalam bentuk yang beraneka rupa. “Di tahun ini kami menerima hampir 1.000 gambar yang unik dan kreatif.” ujarnya.

Proses seleksi dilakukan oleh tim dewan juri yang terdiri atas Ikea Indonesia, Psikolog Anak, Anastasia Satrio, M.Psi dan Kepala Studi Desain Produk Industri, Universitas Paramadina Hendriana Wedhaningsih, M.Ds.

Baca Juga: IKEA Rilis Cara Baru Berbelanja Melalui Online Point Bintaro

Berdasarkan kriteria pemenang yang telah ditetapkan, Anastasia Satrio menjelaskan sebagaimana dilihat dari setiap gambar dari para peserta yang masuk, mencerminkan emosi, keingintahuan, dan juga spirit untuk bereksplorasi dengan warna dan desain-desain imajinatif.

Ikea Drawing Competition memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menggambar boneka impian berdasarkan imajinasi dan daya kreativitas mereka.

“Dalam memilih 20 gambar terbaik dari sudut pandang desain produk, kami memilih gambar yang dapat memajukan daya imajinasi anak dan proses belajar, sambil memperhatikan keamanan dan kepantasan produk bagi anak-anak,” ungkap Hendriana Wedhaningsih.

Ia menambahkan, kebanyakan, mainan anak-anak diciptakan berdasarkan perspektif orang dewasa yang cenderung melihat produk dari sisi fungsi, sementara anak-anak mempersepsikan produk sebagai bagian dari imaginasi dan proses belajar mereka.

Selain dinilai oleh dewan juri, kompetisi ini juga melibatkan para netizen yang berpartisipasi dalam memberikan penilaian melalui media sosial.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda