Bank BTN Kucurkan KPR Kepada Komunitas Pencukur Rambut Garut

Perluasan akses KPR Subsidi bagi pekerja informal merupakan salah satu strategi yang dilancarkan Bank BTN guna mengejar target pertumbuhan kredit sebesar 12% – 15% di 2019, sekaligus menyukseskan Program Sejuta Rumah.

peletakan batu pertama rumah subsidi 2 - Perhimpunan Persaudaraan Pencukur Rambut Garut - PPRG - KemenPUPR - rumahhokie - dok
Peletakan batu pertama rumah subsidi bagi Perhimpunan Persaudaraan Pencukur Rambut Garut - (Foto: Ristyan Putra - Kementerian PUPR)

RumahHokie.com (Garut)PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. membuka peluang bagi para pencukur rambut yang tergabung dalam Perhimpunan Persaudaraan Pencukur Rambut Garut (PPRG) untuk mengakses pembiayaan perumahan, khususnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi.

Menurut Direktur Utama Bank BTN, Maryono, perluasan akses KPR Subsidi bagi pekerja informal merupakan salah satu strategi yang dilancarkan Bank BTN guna mengejar target pertumbuhan kredit sebesar 12% – 15% di 2019, sekaligus menyukseskan Program Sejuta Rumah.

Baca Juga: Peminat Rumah Sitaan Meningkat, Bank BTN Luncurkan KPR Lelang

“Kami melihat komitmen yang kuat dari para anggota PPRG untuk memiliki tempat tinggal, mengembangkan bisnisnya hingga ingin membangun museum dan membuat wahana wisata di sekitar Garut. Jadi kami optimistis kemampuan ekonomi para pencukur rambut  Garut pada umumnya  dapat  berkembang pesat sehingga dibutuhkan layanan jasa perbankan yang mumpuni,” kata Maryono usai Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perumahan PPRG di Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019).

Perumahan PPRG yang dibangun, memiliki luas lahan 5 hektar yang berlokasi di desa Sukamukti, kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pada tahap pertama akan didirikan 150 unit rumah tipe 30/60 dengan harga sekitar Rp130 juta.  Pembangunan rumah akan dilakukan secara bertahap seiring perluasan lahan perumahan yang direncanakan hingga 100.000 meter persegi.

Baca Juga: Pertumbuhan Harga Rumah Tipe Kecil Paling Tinggi

Bank BTN akan membantu proses administrasi bagi komunitas pencukur rambut sebagai debitur yang layak menerima program KPR Subsidi—dengan penghasilan kurang dari Rp4 juta per bulan. Selain itu, sesuai yang dijanjikan Pemerintah, bunga KPR Subsidi di tetapkan tetap sebesar 5% dengan uang muka minimal 1%.

“Selain bunga yang ringan, masyarakat juga diberi keringanan uang muka oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat senilai Rp4 juta. Alhasil, angsuran rumah yang akan dibayar debitur hanya sekitar Rp800.000 dengan tenor KPR maksimal 20 tahun,” ungkap Maryono.

Perluas Akses KPR di Sektor Informal
Di hadapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono yang hadir pada acara tersebut, Maryono berkomitmen akan memperluas akses KPR, baik KPR Subsidi maupun Non Subsidi  ke seluruh lapisan masyarakat.

Adapun masyarakat yang sering tidak disentuh perbankan secara umum adalah masyarakat berpenghasilan rendah atau berpenghasilan tidak tetap.  Maryono menilai, Bank BTN unggul karena berani bekerjasama dengan institusi yang menaungi para pekerja sektor informal serta komunitas pekerja sektor informal.

Baca Juga: Kementerian PUPR Targetkan 1,25 Juta Unit Rumah Tahun Ini

Sebelumnya, Bank BTN membantu pemerintah menyalurkan KPR Subsidi lewat program kemitraan dengan swasta, seperti ojek online yang dipayungi perusahaan seperti Grab dan Go-Jek serta pengemudi taksi yang bekerja di PT Blue bird, Tbk.

Baru-baru ini, Bank BTN juga membantu program pembangunan rumah swadaya bagi guru honorer dengan program ABCG (Akademisi, Business, Community, and Government) yang dikemas dengan KPR mikro.

“Kami terbuka untuk kerjasama lain dengan swasta terutama yang menaungi ribuan pekerja informal yang memimpikan perumahan yang layak bagi keluarganya asalkan memenuhi sejumlah persyaratan yang berlaku di perbankan, ataupun Kementerian PUPR,” kata Maryono.

2018, Lampaui Target
Saat ini, Bank BTN dipercaya Kementerian PUPR untuk merealisasikan seluruh program KPR pemerintah yaitu KPR Sejahtera FLPP, KPR Subsidi Selisih Bunga/Margin dan KPR BP2BT di samping KPR Non Subsidi, KPR Bangun Rumah dan KPR Renovasi Rumah.

Baca Juga: Inilah 25 Bank Penyalur KPR Rumah Subsidi di 2019

Di 2018 lalu, Bank BTN telah melampaui target penyaluran KPR Subsidi dan Non Subsidi. Hingga Desember 2018, realisasi kredit properti berupa KPR maupun kredit konstruksi untuk KPR mencapai 757.093 unit yang terdiri dari KPR subsidi untuk 583.634 unit baik dalam  bentuk KPR subsidi maupun kredit konstruksi untuk KPR subsidi dengan nilai total Rp39,2 triliun.

Sementara itu, KPR Non Subsidi yang dikucurkan baik dalam bentuk  KPR non subsidi maupun kredit konstruksi untuk KPR non subsidi  mencapai  173.459 unit atau setara Rp33,04 triliun.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda