Bank BTN Lakukan Restrukturisasi Kredit Bagi Debitur di Palu

Selain meringankan beban debitur maupun para ahli waris debitur, Bank BTN juga turut aktif menyalurkan bantuan bagi para korban yang terkena bencana tersebut.

maryono-bank-btn-door-stop-by-anto-erawan-rumahhokie-dok
Maryono, Direktur Utama Bank BTN (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Sesuai dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai perlakuan khusus terhadap nasabah dan industri jasa keuangan yang terdampak bencana di Provinsi Sulawesi Tengah, PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk telah memberikan fasilitas restrukturisasi kredit bagi para debitur yang terdampak gempa maupun tsunami di Sulawesi Tengah.

Menurut Maryono, Direktur Utama Bank BTN, berdasarkan data 23 Oktober 2018, jumlah debitur konsumer yang sudah mendapatkan fasilitas restrukturisasi sebanyak 503 debitur.

Baca Juga: Tekan Kredit Macet, Bank BTN Catatkan Kenaikan Laba 11,51%

Sebagai informasi, Bank BTN memiliki sebanyak 10.118 debitur kredit konsumer di Sulteng, dengan nilai pokok kredit keseluruhan senilai Rp742,05 miliar.

“Berdasarkan laporan tim gabungan Business Continuity Management (BCM) tercatat sebanyak 7.870 debitur kredit konsumer yang sudah terinventarisi terdampak oleh bencana alam yang mengguncang 28 September lalu di Palu dan Donggala,” kata Maryono di sela pemaparan kinerja Bank BTN di kuartal III-2018, Kamis (25/10/2018).

Baca Juga: Bantu Stakeholder Properti Tanah Air, Bank BTN Luncurkan House Price Index

Sementara itu, imbuhnya, nilai pokok kredit KPR dari debitur kredit consumer yang terdampak tersebut mencapai Rp589 miliar. Hingga saat ini tim BCM masih dalam proses menginventarisi sekitar 931 debitur kredit konsumer di wilayah tersebut.

“Untuk debitur yang rumahnya rusak, baik rusak ringan maupun berat diberikan sejumlah fasilitas restrukturisasi dengan ketentuan pola restrukturisasi grace period dengan jangka waktu dua tahun, diskon tunggakan bunga dan denda hingga 100% dan pernyataan lancar bagi debitur yang terdampak  sampai jangka waktu grace period berakhir, dan Bank BTN juga akan memberikan kemudahan persyaratan restrukturisasi,” papar Maryono.

Baca Juga: Bank BTN Beri Kemudahan Generasi Milenial Miliki Rumah

Sementara untuk proses hapus buku, Maryono menjelaskan, hal tersebut berlaku untuk rumah atau agunan yang terkena dampak likuifikasi dan debitur menjadi korban meninggal dunia atau belum ditemukan maka kreditnya dapat diproses hapus buku untuk selanjutnya diusulkan hapus tagih.

“Bagi debitur yang meninggal dunia atau belum ditemukan namun masih ada ahli warisnya dapat diproses asuransi jiwanya dengan persyaratan yang meringkan,” kata Maryono.

Selain meringankan beban debitur maupun para ahli waris debitur, Bank BTN juga turut aktif menyalurkan bantuan bagi para korban yang terkena bencana tersebut. Bantuan berupa sembako, obat-obatan, selimut dan lain sebagainya dengan nilai lebih dari Rp1,5 miliar sudah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Palu, Donggala dan lokasi lain yang terdampak.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda