Berhenti Merokok Lalu Beli Rumah, Bisa!

Ayo beli rumah, jauhi rokok. Tapi kalau udah punya rumah, uang rokoknya buat rencana beli rumah lagi.

Berhenti Merokok Lalu Beli Rumah, Bisa!
Berhenti merokok dan Anda bisa mulai mencicil rumah (Foto: Diolah oleh RumahHokie.com)

RumahHokie.com – Sudah lama saya bilang, berhentilah merokok, kecuali Anda tergolong masyarakat miskin. Buya Syafii Maarif, berdasarkan fakta statistika mengatakan bahwa “mayoritas para perokok aktif adalah rakyat miskin Indonesia”.

Coba dihitung: kalau menghabiskan sebungkus per hari, artinya Rp15 ribu jadi asap dan racun, maka sebulan sudah Rp450 ribu. Paru-parunya hancur, uang kabur, malah nggak disenangi orang. Buktinya, perokok bahkan dikurung pada ruang kaca di area-area publik kayak manekin.

Baca Juga: Ingin Punya Rumah Impian, Trik Ini Bisa Jadi Pertimbangan

Kalau orang miskin itu belum punya rumah tapi mengerti, dia akan beli rumah murah bersubsidi seharga Rp90 juta. Dengan uang muka Bank BTN 1%, bunga 5% dan tenor 25 tahun, angsuran dia hanya Rp520.870 per bulan.

Selisih hanya beda Rp70.870 per bulan dari biaya merokok, yang bisa disisihkan dari berhenti taruhan balap merpati. Kata Rhoma Irama dalam lagunya, ternyata jalan ke surga murah harganya. Ke neraka malah mahal.

Berjudi rugi harta, selingkuh bikin sertifikat rumah berganti nama. AJB bukan Akta Jual Beli tapi Akibat Jasa Bercinta. Ambil kanan, jalan ke sorga.

Baca Juga: Tips Lengkap Buat Pengantin Baru yang Ingin Punya Rumah

Ayo berhenti merokok. Jangan bikin pengusaha rokok jadi makin kaya. Mereka meracuni kaum miskin.

Maka, rada belok kalau Anda cuma ngeributin Lippo karena bikin Meikarta yang katanya mengambil tanah negeri gara-gara berkongsi dengan taipan dari China. Ributin tuh produsen asap!

Ayo beli rumah, jauhi rokok. Tapi kalau udah punya rumah, uang rokoknya buat rencana beli rumah lagi aja. Rumah itu sumber ketenangan, rokok sumber kemelaratan. Kalau sudah melarat tidak bisa diralat.

F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda