Bisnis Retail Jakarta Tak Terpengaruh Tren Belanja Secara Online

Sektor ritel Jakarta masih dalam tahap konsolidasi di tahun 2019. Colliers International Indonesia memperkirakan kondisinya akan mulai pulih di 2020 mendatang.

Bisnis Retail Jakarta, Green Pramuka Square, Apartemen Green Pramuka City
Ilustrasi bisnis retail Jakarta. Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Tren belanja secara online tengah digandrungi masyarakat di Tanah Air, khususnya Jakarta. Cara itu dianggap lebih memudahkan pembeli dalam mendapatkan barang kebutuhannya. Lalu, apakah tren tersebut memberi dampak terhadap bisnis pusat perbelanjaan di Ibukota?

Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia, tren belanja secara online tidak akan banyak memberi pengaruh terhadap bisnis pusat perbelanjaan (mal) di Jakarta.

“Pengaruhnya tidak terlalu besar. Banyak masyarakat ketika datang ke mal tak hanya mencari barang, namun mereka juga ingin merasakan pengalaman berada di sebuah pusat perbelanjaan,” ujar Ferry, Rabu (09/01/2019) di gedung World Trade Center, Sudirman, Jakarta.

Baca Juga: Era Digital Bawa Pasar Ritel Jakarta Lebih Atraktif

Ia melihat, ada kecendurungan beberapa pusat perbelanjaan juga menjadi tempat meeting. Tentunya, hal ini tetap akan menghidupkan bisnis mal.

Bisnis Retail Jakarta di Kuartal IV-2018
Berdasarkan laporan kuartal-IV 2018 yang dirilis Colliers International Indonesia untuk pasar retail Jakarta, bidang Food & Beverage (FnB) masih mendominasi okupansi ruang pusat perbelanjaan.

“Pemilik pusat perbelanjaan lebih meningkatkan porsi ruangan untuk ditempati oleh FnB, dengan harapan penyewanya akan lebih banyak dan kunjungan ke mal semakin ramai,” kata Ferry.

Baca Juga: Tidak Ada Perubahan Berarti, Pasar Retail Jakarta Dinilai Stabil

Lebih lanjut, ia mengatakan selain bidang FnB, di tahun 2019 ini beberapa tenant home appliances strore mulai aktif dan berencana membuka tokonya.

Jika dilihat dari sisi suplai, konsultan properti global itu melihat masih belum terlalu pulih. Ferry mengatakan, sepanjang tahun 2018, hanya ada satu pasokan mal baru di sekitar Jakarta, yakni Pesona Square Depok.

Untuk proyeksi retail tahun 2019, ia menjelaskan akan ada tiga pusat perbelanjaan di Jakarta. Sedangkan di Bodetabek, akan masuk tiga pasokan pusat perbelanjaan lagi. Dengan begitu, total pasok mencapai 7,5 juta meter persegi di Jabodetabek.

Baca Juga: Sektor e-Commerce Dongkrak Permintaan Perkantoran di Jakarta

Sektor ritel masih dalam tahap konsolidasi di 2019. Colliers memperkirakan, akan mulai pulih di tahun 2020 dengan harapan kondisi ekonomi yang lebih baik.

“Dari proyeksi pasok, kalau dilihat sepanjang 2019 hingga 2021 kondisinya akan lebih bergairah. Ini sejalan dengan adanya penyelesaian infrastruktur yang lebih baik, sehingga tentunya mendukung perkembangan bisnis retail di Jakarta,” pungkas Ferry.

 

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda