Crown Group Kembangkan Augmented Reality untuk Pasarkan Properti

Tahun ini Crown Group mengerjakan tujuh proyek di lima kota, yakni tiga di Sydney dan masing-masing satu proyek di Melbourne, Brisbane, Jakarta, dan Los Angeles.

Iwan Sunito ceo crown group sydney - rumahhokie -2019
Iwan Sunito, CEO Crown Group (Foto: Dok. Crown Group)

RumahHokie.com (Jakarta)Properti Australia tengah mengalami tekanan. Bukan karena ekonomi melemah, melainkan lebih karena regulasi pemerintah.

Iwan Sunito, Komisaris dan CEO Crown Group—pengembang properti yang bermarkas di Sydney—menerangkan, harga properti di Australia dinilai tumbuh terlalu cepat, yakni berkisar 10% – 15% per tahun. Melihat hal tersebut, Reserve Bank of Australia melakukan pengetatan yang membuat suplai hunian mulai berkurang.

Baca Juga: Harga Hunian di Australia Diprediksi Meningkat Satu Digit Tahun Ini

Di Sydney sendiri, kegiatan konstruksi diprediksi akan berkurang 40% di 2019 ini. Di sisi lain, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) juga diperketat, sehingga diperkirakan mengalami penurunan sebesar 25%.

“Dengan kondisi ini, beberapa pakar ekonomi telah berbicara dengan pihak Reserve Bank of Australia untuk menurunkan suku bunga, sehingga kondisi tidak slowing down terlalu cepat. Pasalnya, jika pembangunan dan perizinan terus melambat, maka lapangan kerja juga akan menurun,” jelas Iwan Sunito kepada sejumlah awak media, Senin petang (11/2/2019).

Baca Juga: Mengintip Kemewahan SKYE Suites Sydney Milik Crown Group

Kendati demikian, Iwan mengatakan, kondisi ini justru bagus bagi Crown Group. Dia menuturkan, lantaran kompetisi berkurang secara drastis, sementara kebutuhan hunian di dekat kota terus tumbuh terus, maka penjualan produk Crown Group digadang akan membaik.

“Konsumen yang banyak meminati apartemen Crown Group umumnya generasi milenial dan para downsizer, yakni para orangtua yang memiliki anak yang sudah berkeluarga namun memiliki rumah terlalu besar,” katanya.

Investor Jepang Bertumbuh
Di sisi lain, investor properti asal China yang semula jumlahnya besar, kini berkurang karena ada regulasi dari pemerintah. Hal ini tentu mengurangi capital flow ke Australia, namun juga memiliki sisi positif.

“Sekarang kami bisa melakukan landbanking lagi, karena sebelumnya semua dibeli mereka (investor China),” jelas Iwan.

Baca Juga: Kembangkan Mastery, Crown Group Gandeng Mitsubishi Estate

Lebih lanjut dia mengatakan, investor asing yang makin bertambah berasal dari Jepang. Ini ditandai dengan masuknya institusi-institusi dengan kapitalisasi tinggi.

“Pada 1980-an, investor Jepang banyak masuk ke Australia dengan investasi besar, kemudian angka ini kian mengecil seiring investasi mereka di negara sendiri,” ujarnya.

Sekarang ini ada dua perusahaan properti Australia yang dirangkul untuk melakukan joint venture oleh Mitsubishi Estate, yakni Crown Group dan Lendlease.

Baca Juga: Pengembang Asal Indonesia Jadi Tokoh Paling Berpengaruh di Australia

Bagaimana dengan investor asal Indonesia? Iwan Sunito mengatakan selama 2018 investor Indonesia tetap stabil—jika tidak dapat dikatakan turun.

“Saya yakin, jumlah investor Indonesia tahun ini akan lebih banyak dibanding tahun lalu. Hal ini terutama disebabkan oleh (rencana) moratorium tax amnesty di semester kedua nanti,” kata Iwan menjawab pertanyaan RumahHokie.com.

Kembangkan Teknologi AR
Iwan mengungkapkan, saat ini Crown Group tengah mengerjakan tujuh proyek di lima kota, yakni Mastery by Crown Group, Waterfall by Crown Group, dan Eastlakes Live by Crown Group di Sydney; serta empat proyek di Melbourne, Brisbane, Jakarta, dan Los Angeles.

Baca Juga: Lebarkan Sayap, Crown Group Bangun Empat Proyek di Tiga Negara

“Kami tengah menjajaki hal baru di proyek Crown Group di Los Angeles, Amerika Serikat, dengan menggandeng Paramount Studio untuk mengembangkan teknologi augmented reality (AR) sebagai tools untuk menjual properti,” ungkap Iwan.

Dengan teknologi ini, imbuhnya, konsumen yang hanya dilengkapi kacamata khusus dapat melihat gedung yang akan dibangun beserta lingkungan di sekelilingnya dalam konteks yang sebenarnya.

“Teknologi ini sedang dalam pengembangan. Bila terealisasi, tentu ini akan sangat powerful,” tutup Iwan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda