Dukung Konsep Rusunami dan TOD, Kementerian PUPR Rilis Sejumlah Regulasi

Kementerian PUPR bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memulai pembangunan proyek Rusunami TOD di Tanjung Barat dan Depok yang diperuntukkan bagi MBR dan non-MBR.

TOD - stasiun kereta - apartemen - PUPR - rumahhokie - dok copy
Maket hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) - (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

RumahHokie.com (Jakarta) – Penanganan kemacetan lalu lintas secara terpadu dinilai akan mendukung pengembangan kawasan metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) dengan lebih tertata sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk tinggal dekat dengan tempatnya bekerja.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) mendukung penanganan kemacetan di Jabodetabek melalui sejumlah kebijakan, mulai dari sistem transportasi terpadu, pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), serta pembangunan jalan tol dan non tol.

Baca Juga: Mengupas Model Bisnis Kawasan TOD di Jakarta dan Sekitarnya

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan hal tersebut menindaklanjuti instruksi Presiden terkait percepatan penanganan kemacetan yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) Tahun 2018 – 2029.

Saat ini, imbuhnya, Pemerintah tengah menyelesaikan sejumlah infrastruktur untuk mendukung transportasi massal seperti MRT (Moda Raya Terpadu) Ratangga, LRT (Light Rapid Transportation) dan Jalan Tol.

Baca Juga: Di Tangan Pengembang BUMN, Proyek TOD Dinilai Kurang Greget

“Sebenarnya tidak hanya pada integrasi transportasi. Tetapi nanti arahnya juga ke pengembangan kota (urban development) sekaligus untuk pengurangan kawasan kumuh. Saat ini sedang dirumuskan oleh Bappenas, mulai dari rencana transportasi, hingga pembangunan rumah susun berkonsep TOD (transit oriented development),” jelas Basuki Hadimuljono, Selasa (29/1/2019).

TOD Tingkatkan Pasokan Rumah
Lebih lanjut, Basuki mengatakan, Kementerian PUPR bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memulai pembangunan proyek Rusunami TOD sejak April 2017 di Tanjung Barat dan Depok yang diperuntukkan bagi MBR dan non-MBR.

Menurutnya, animo masyarakat untuk tinggal di hunian vertikal tersebut juga tinggi, sehingga diluncurkan proyek TOD lainnya yakni di TOD Juanda, Tanah Abang, Rawa Buntu, Jurang Mangu dan Cisauk.

Baca Juga: Kementerian PUPR: Proyek TOD Tidak Dimonopoli Pengembang BUMN

Menteri Basuki menyatakan konsep hunian TOD diharapkan mampu meningkatkan pasokan rumah khususnya di perkotaan dengan harga yang relatif terjangkau dan dekat dengan moda transportasi publik.

“Di samping mengurai kemacetan akan mengurangi kekumuhan, ke depannya pembangunan hunian berkonsep TOD dimungkinkan tidak hanya di stasiun, tetapi juga di kawasan permukiman yang terintergrasi dengan moda transportasi,” pungkasnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda