Ecobricks: Ubah Sampah Plastik Jadi Selaiknya Batu Bata

Sebuah komunitas merancang konsep dalam penanganan limbah sampah plastik melalui pembuatan Ecobrick. Produk olahan sampah plastik itu dapat digunakan sebagai material bangunan selaiknya batu bata.

Ecobricks3-RumahHokie.com-ecobrickexchange
Sistem Ecobrick bisa digunakan sebagai material alternatif untuk membentuk struktur dinding bangunan. (Foto: ecobrickexchange)

RumahHokie.com (Jakarta) – Masifnya polusi sampah plastik menjadi masalah dihadapi oleh masyarakat di seluruh dunia. Berbagai ide timbul seiring kemajuan teknologi dan kreativitas untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya dengan Ecobricks, yang merupakan material bangunan inovatif dari sampah plastik.

Banyak orang di dunia akan membuang begitu saja sampah plastik bekas botol air mineral miliknya, sehingga mencemari lingkungan.

Akan tetapi, sebuah kelompok pecinta lingkungan yang kreatif mengolah limbah plastik tersebut menjadi Ecobricks, yakni bahan material bangunan baru, yang berfungsi selaiknya batu bata.

Baca Juga : Keren! Ada Material Bangunan Masa Depan yang Terbuat dari Jamur

Sistem Ecobrick juga memungkinkan digunakan dalam pembuatan berbagai furnitur modular. (Foto : inhabitat)

Mereka mengatakan Ecobricks menawarkan solusi tanpa biaya terhadap polusi plastik yang  memungkinkan orang untuk mengatasi permasalahan lingkungan terkait sampah plastik.

Komunitas itu mengajak orang di berbagai negara, termasuk di Indonesia untuk mengemas sampah plastik lunak ke dalam botol air mineral.

Kemudian dijadikan sebagai ‘batu bata’ yang bisa digunakan dalam proses pembuatan dinding. Selain itu, Ecobricks juga dapat digunakan sebagai produk furnitur modular yang nyaman.

Russell Maier, desainer produk tersebut mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia menemukan konsep Ecobricking ketika tinggal di Sabangan, Filipina Utara. Awalnya, ide pengolahan sampah plastik tersebut dibuat untuk diterapkan di berbagai sekolah di negara itu.

“Ecobricks dibuat dengan cara mengemas plastik yang telah dibersihkan ke dalam botol air mineral. Kemudian, dihubungkan dengan perekat lem silikon dan semen,” jelas Maier yang juga merupakan salah satu anggota dari komunitas lingkungan itu.

Baca Juga : Mengenal Aneka Material Secondary Skin Pada Fasad Bangunan

Tumpukan botol air mineral yang digunakan sebagai Ecobrick. (Foto: inhabitat)

Disandur dari website Ecobricks, konsep inovatif dalam menangani sampah plastik itu,
saat ini menjadi bagian dari kurikulum di lebih dari 8.000 sekolah di Filipina.

Maier dan komunitasnya telah mengaplikasikan Ecobricks di dalam pembangunan ratusan taman bermain, kebun, dan bangunan rumah sederhana.

Banyak kalangan di negara Amerika Serikat, Amerika Selatan, dan Afrika telah terlibat dalam konsep ramah lingkungan itu, dengan menciptakan proyek-proyek yang mencakup eko-restoran.

Keren ya, Hokie People!

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda