Foreclosure Real Estate dan Broker Rumah Lelangan

Broker properti Indonesia banyak nggak mengerti bisnis rumah lelangan, sehingga digarap oleh balai-balai lelang yang cara kerjanya mirip seperti broker.

Foto: Diolah RumahHokie.com

RumahHokie.com – Bagi banyak broker properti Indonesia, istilah foreclosure real estate masih langka. Kita di sini lebih mengenal “Balai Lelang” yang rada cocok jenis pekerjaannya.

Bedanya dengan di Amerika, broker foreclosure sering fokus berjualan barang-barang lelangan. Foreclosure memang properti yang sudah clean and clear (CnC) berada di bawah kewenangan kreditur, karena penerima KPR gagal bayar.

Dalam perikatan utang beragunan aset properti, kreditur meminta pembebanan Hak Tanggungan (HT) yang mengizinkan sita tanpa keputusan pengadilan apapun juga. Jadi, HT ini merupakan lex specialist dalam sistem hukum perdata.

Baca Juga: Menggiurkan, Investasi Rumah Bekas dari Pelelangan Bank

Broker properti Indonesia banyak nggak mengerti main beginian sehingga diisi oleh balai-balai lelang yang kerjanya mirip seperti broker juga.

Bedanya, listing bukan dari perorangan, melainkan firma keuangan yang telah menyita aset-aset gagal angsur. Komisi sama saja.

Proses pemasaran barang lelang hasil sitaan di negeri ini agak mirip dengan di Amerika yaitu direct sale purchase. Di Australia, lelang ya bertemu beberapa peminat dan saling ajukan harga naik-naik. Kadang lelang langsung di halaman, kadang di satu hall tertentu.

Ada masa lihat-lihat (viewing) sebelum hari lelang. Di Aussie, lelang tidak harus barang sitaan. Jika berminat, bayar deposit 10%.

Baca Juga: Cari Rumah Lelangan Bank BTN Lebih Mudah Lewat Situs Online Ini

Beberapa orang yang tertarik, di depan juru lelang, bisa beradu harga di halaman rumah yang diminati. Simple. Jika menang dan batal ambil, deposit melayang dan kena black-list enam bulan.

Tapi Raisa tidak dilelang. Dia direbut di antara para pejantan tangguh. Hamish Daud pemenangnya dan Anda boleh merebutnya lagi nanti saat Raisa sudah di secondary market.

Seperti properti, barang second bisa lebih mahal kalau ada di sunrise area. Mungkin lima tahun lagi ada sunrise Raisa. Tapi sekarang Pungky dululah. Pungky bebas pungli meski sudah sunset.

F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda