Foto: Keindahan Warna-warni Kampung Wisata Pancuran Salatiga

Kampung Pancuran, Salatiga, kini bertransformasi menjadi area wisata kota yang menawarkan keindahan warna dalam bentuk karya mural berbagai rupa.

RumahHokie.com (Salatiga) – Penerapan warna cat dinding dapat mengubah segalanya, termasuk pada penampilan lingkungan di Kampung Pancuran, Salatiga, Jawa Tengah.

Terletak di antara tiga pasar, yakni pasar Raya 2 – Pasar Blauran – Pasar Loak Tamansari, Kampung Pancuran kini bertransformasi menjadi area wisata kota yang menawarkan keindahan warna.

Di dalam kampung ini terdapat mural yang menampilkan topik yang berbeda-beda; seperti sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia. Mural-mural tersebut juga menggambarkan pahlawan dari Salatiga dan keindahan flora serta fauna.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemkot Salatiga, AkzoNobel Warnai Kampung Pancuran

Salah seorang warga, Sulastri, merasa bahagia dengan perubahan tampilan di sekitar rumah-nya. “Jadi bagus dan bersih ya lingkungan di sini,” ucapnya.

Terwujudnya Kampung Wisata Pancuran tak terlepas dari peran serta perusahaan cat dan pelapis global, AkzoNobel yang memberikan 3.000 liter cat Dulux Weathershield pada area 10.000 meter persegi di Kampung Wisata Pancuran.

“Kami percaya warna dapat memperkaya masyarakat dan juga menjadikan tempat hunian kita nyaman.Senang sekali bisa melihat hasilnya. Semoga masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari transformasi lingkungan kampung ini,” ujar Anastasia Tirtabudi, Head of Brand & Consumer Marketing, AkzoNobel Decorative Paint Indonesia, Kamis (31/10/2018).

Baca Juga: Taburkan Semangat Kebersamaan, Akzonobel Laburkan Cat di Lima Kota

Sementara itu, dalam kata sambutan saat peresmian, Walikota Salatiga, Yulianto, mengatakan pihaknya mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan oleh AkzoNobel dan warga masyarakat Kampung Pancuran.

Lebih lanjut ia berujar, dahulu kampung tersebut dikenal sebagai kampung preman dan kumuh. Pancuran merupakan barometer dari penataan lingkungan di Salatiga.

Baca Juga: Apartemen Ini Tawarkan Konsep Dalam Memaksimalkan Ruang

“Kami bersama warga sekitar ingin mengentaskan citra negatif pada Pancuran yang dahulu dikenal sebagai kampung preman. Saat ini kampung tersebut sudah berubah menjadi wilayah yang kreatif dengan nuansa warna-warni,” ujar Yulianto.

Ia merasa optimistis, kegiatan ini dapat meningkatkan daya tarik kota bagi para wisatawan. “Berwisata tidak harus terbatas pada objek alam saja, akan tetapi bisa juga mengunjungi wisata buatan di Salatiga,” pungkasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda