Gandeng Sinar Mas Land, BRI Properti Expo Digelar

Guna mengantisipasi peninggkatan permintaan properti hunian, Bank BRI dan Sinar Mas Land menyelenggarakan BRI Properti Expo di AEON Mall, BSD City.

BRI-property-expo-Sinar-Mas-Land-Rumahhokie-dok

RumahHokie.com (Jakarta) – Dalam menyiasati pertumbuhan pasar properti, khususnya sektor residensial melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), Bank BRI bersama Sinar Mas Land menggelar “BRI Properti Expo with Sinar Mas Land” yang diselenggarakan di AEON Mall BSD City, Tangerang, 21 – 25 September 2016.

Senior Executive Vice President UKM & Konsumer Bank BRI, Supari mengatakan, Bank BRI dan Sinar Mas Land telah lama menjalin bisnis di sektor properti.

“Sinarmas Land sebagai salah satu developer properti skala nasional telah menjadi nasabah Bank BRI sejak tahun 2011,” katanya seperti dinukil dari siaran pers yang diterima RumahHokie.com, Senin (26/9/2016).

Tak kurang dari Rp1,6 triliun telah dikucurkan Bank BRI kepada Sinar Mas Land untuk membangun berbagai proyek yang dibangun.

Bank BRI melalui berbagai pembiayaan, seperti Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI) ikut berkontribusi pada pembangunan properti di Indonesia.

Sebagai tambahan informasi, pengelolaan bisnis konsumer Bank BRI, khususnya KPR telah terdesentralisasi yang dikelola secara khusus dan spesifik di kantor-kantor cabang Bank BRI di berbagai daerah di Indonesia. Konsep end-to-end-user ini mendorong pengelolaan bisnis yang optimal, cepat, dan mudah bagi setiap calon nasabah consumer Bank BRI.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan posisi Agustus 2016, outstanding KPR Bank BRI mengalami peningkatan lebih dari 200% sejak Desember 2011.

Pada posisi Desember 2011, outstanding Bank BRI berada pada angka Rp8,15 triliun menjadi Rp16,68 triliun pada Agustus 2016. Hal tersebut, menunjukkan perkembangan bisnis consumer Bank BRI, khususnya untuk pembiayaan KPR dan KPA yang meningkat dari periode ke periode.

Penyaluran KPR dan KPA Meningkat
Meningkatnya kebutuhan hunian di berbagai daerah, mendorong peningkatan penjualan properti residensial. Peningkatan ini juga ikut ditopang dengan layanan perbankan di sektor KPR dan KPA.

Di sisi lain, peningkatan penjualan properti terefleksi melalui peningkatan penyaluran KPR dan KPA pada laporan kinerja keuangan kuartal II-2016 sebesar 2,39% (qtq) atau sebesar Rp350,34 triliun.

Ini menjadi bukti nyata, KPR dan KPA masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat luas dalam melakukan transaksi pembelian residensial dan properti di Indonesia.

Ke depan, diprediksi demand properti akan mengalami peningkatan, sejalan dengan kebijakan makroprudential untuk kredit properti yang telah digulirkan oleh Bank Indonesia melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor: 18/16/PBI/2016

Peraturan ini mencakup beberapa hal, pertama, Loan To Value (LTV) untuk kredit pemilikan properti dimana tiering LTV dari semula 10% menjadi 5%. Kedua, KPR inden, dari semula terbatas hanya untuk fasilitas KPR pertama menjadi KPR fasilitas pertama dan kedua.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda