Hingga Februari, Pembangunan Sejuta Rumah Capai 77.326 Unit

Pemerintah tetap membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk pelaksanaan Program Sejuta Rumah, karena dana APBN hanya mampu menyediakan hunian sekitar 20%.

rumah minimalis - rumah menengah - rumahhokie - dok
Foto: Dok. RumahHokie.com

RumahHokie.com (Semarang) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) optimistis pembangunan rumah akan terus meningkat dengan Program Sejuta Rumah. Pasalnya, berdasarkan catatan

Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, sebanyak 77.326 unit rumah telah terbangun per tanggal 11 Februari 2019 lalu. Demikian penuturan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, kepada sejumlah pewarta saat kunjungan kerja ke Semarang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Waspada, Ada Aksi Penipuan Atas Nama Program Sejuta Rumah!

Berdasarkan data KemenPUPR, capaian Program Sejuta Rumah Tahun 2019 per tanggal 11 Februari yang dihimpun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, tercatat hasil pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 65.857 unit.

Jumlah tersebut terdiri dari unit-unit yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR sebanyak 56.070 unit dan pengembang 9.787 unit. Sedangkan pembangunan rumah untuk non MBR tercatat dibangun oleh pengembang sebanyak 11.469 unit.

Hanya 20% dari APBN
Khalawi menyatakan, Kementerian PUPR meyakini angka capaian pembangunan fisik rumah untuk masyarakat terus meningkat. Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong serta menggerakkan seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan seperti pemerintah daerah, kementerian/lembaga, perbankan, asosiasi pengembang, pihak swasta dan masyarakat dalam proses pembangunan rumah untuk mengurangi backlog (kekurangan kebutuhan) rumah di Indonesia.

Kendati demikian, dia mengakui jika di awal tahun pembangunan rumah tidak bisa langsung mencapai angka yang tinggi. Sebab, di lapangan perlu ada penyesuaian rencana pembangunan dari para pengembang dan perbankan serta masyarakat terkait dengan pelaksanaan akad kredit rumah yang akan dibangun.

Baca Juga: Kementerian PUPR Targetkan 1,25 Juta Unit Rumah Tahun Ini

Lebih lanjut dia menjelaskan, Pemerintah tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk pelaksanaan Program Sejuta Rumah di lapangan. Hal itu dikarenakan pemerintah hanya mampu menyediakan hunian bagi masyarakat melalui dana APBN hanya sekitar 20% saja.

Sekitar 30% pembangunan rumah berasal dari bantuan pembiayaan perumahan bersubsidi yakni KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sedangkan sisanya 50% adalah rumah yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya dan pengembang perumahan secara formal.

Baca Juga: Inilah 25 Bank Penyalur KPR Rumah Subsidi di 2019

“Tahun 2018 lalu angka Program Sejuta Rumah 1.132.621 unit. Target pembangunan rumah untuk masyarakat pada tahun 2019 ini kami tingkatkan dari sebelumnya satu juta unit menjadi 1,25 juta unit,” ujarnya.

Kementerian PUPR, imbuh Khalawi, juga telah bekerjasama dengan 25 bank untuk menyalurkan KPR Bersubsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Dengan demikian, masyarakat yang ingin memiliki rumah subsidi dengan harga murah dan terjangkau bisa mengajukan KPR FLPP melalui bank-bank tersebut.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda