Hingga Kuartal IV-2018, Sebanyak 4.000 Unit Apartemen di Jakarta Terjual

Meskipun proyek apartemen yang diluncurkan di tahun 2018 tidak sebanyak di tahun-tahun sebelumnya, namun JLL indonesia melihat adanya sentimen positif dari pasar properti saat ini.

Pasar Apartemen Jakarta
Ilustrasi apartemen. (Foto: istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) – Konsultan properti global, Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia melaporkan sekitar 4.000 unit apartemen terjual pada kuartal IV-2018.

James Taylor, Head of Research JLL Indonesia memaparkan, penjualan apartemen pada kuartal IV-2018 didominasi oleh unit yang relatif kecil dengan harga terjangkau dan aksesibilitas menuju transportasi publik.

“Saat ini tingkat penjualan apartemen di Jakarta berada di level 60% dengan harga yang relatif stagnan,” ujar James dalam pemaparan di Gedung BEI, Rabu (13/02/2019).

Baca Juga: Asia Pasifik Dianggap Maju Pesat dalam Transparansi Real Estate

Beberapa faktor, seperti kondisi Pemilihan Presiden (Pilpres), regulasi properti, nilai tukar rupiah terhadap dolar serta infrastruktur TOD (transit oriented development), masih menjadi pertimbangan masyarakat dan investor dalam pembelian unit apartemen.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, James Allan, Country Head JLL Indonesia menerangkan, meskipun mendekati tahun politik, minat investor untuk melakukan bisnis properti di Tanah Air masih cukup tinggi, khususnya untuk sektor residensial dan pergudangan.

Investor asal Jepang, Singapura, dan Australia secara konsisten menunjukkan minat tersebut. Diharapkan realisasi investasi asing dan lokal tidak menemui halangan yang signifikan di tahun politik,” ucap Allan.

Berdasarkan data yang dimiliki JLL Indonesia, terdapat pasokan baru sebanyak 1.770 unit  datang dari empat proyek apartemen yang diluncurkan pada kuartal IV-2018.

Baca Juga: Sektor Hunian Bersama, Jadi Sasaran Baru Investor dan Pengembang

Ke-empat proyek itu terdiri dari apartemen The Newton 2 (Ciputra); apartemen South Quarter (Intiland Development); Arandra Residence – Victory (Gamaland); dan Tamansari Skyhive (Wika Realty).

Walaupun proyek apartemen yang diluncurkan di tahun 2018 tidak sebanyak di tahun-tahun sebelumnya, namun JLL melihat adanya sentimen positif dari pasar terhadap proyek-proyek baru tersebut.

Sementara itu,  Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL Indonesia berujar munculunya ke-empat proyek apartemen yang baru tersebut menandakan bahwa aktivitas pengembang lokal dan internasional dapat dikatakan masih cukup aktif.

Baca Juga: 5 Kunci yang Mendorong Pertumbuhan Industri Properti di Asia Pasifik

“Memasuki tahun 2019 dengan harapan bahwa hampir selesainya proyek infrastruktur MRT dan rencana revisi regulasi, dapat memberikan dampak positif pada aktivitas penjualan apartemen,” katanya.

Hingga kini pasokan apartemen di Jakarta telah mencapai 154.000 unit dan JLL Indonesia memperkirakan terdapat pasokan baru sebanyak 47.000 unit apartemen di tahun-tahun mendatang.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

 

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda