IFC dan GBC Indonesia Umumkan Hasil Studi 9 Gedung Ramah Lingkungan

Dengan mewujudkan gedung ramah lingkungan, menurut IFC dan GBC Indonesia dapat melakukan penghematan biaya utilitas sebesar 30% hingga 80%, dibandingkan dengan bangunan biasa.

Gedung ramah lingkungan, IFC, Green Building Council Indonesia,
(Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – IFC, bagian dari kelompok Bank Dunia, dan Green Building Council (GBC) Indonesia, mengumumkan hasil dari studi bersama kedua lembaga tersebut atas manfaat dari bangunan ramah lingkungan.

IFC dan Green Building Council Indonesia melakukan studi kepada sembilan bangunan hijau yang berada di Jakarta dan sekitarnya.

Kesembilan bangunan itu adalah perumahan Citra Maja Raya, hotel The 101 Bogor Suryakancana, Alamanda Tower Jakarta, gedung Dusaspun Gunung Putri, serta Ecoloft Jababeka Golf Serviced Townhouses.

Baca Juga: Pertumbuhan Bangunan Hijau di Tanah Air Dinilai Masih Kurang

Selanjutnya, Mina Bahari IV Building, gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), gedung Teraskita dan hotel The 101 Yogyakarta Tugu.

Berdasarkan penilaian kedua lembaga tersebut, sembilan bangunan gedung hijau itu
telah mencatatkan penghematan biaya utilitas sebesar 30% hingga 80% dibandingkan dengan bangunan biasa.

Menurut Marcene Mitchell, Global Head Strategy and Business Development, IFC Climate Business Department, bahwa penghematan listrik dan air dalam kurun waktu dua tahun di sembilan bangunan gedung hijau dalam studi mereka sangat menggembirakan.

Baca Juga: Developer Properti: Penerapan Efisiensi Energi Tak Lagi Bisa Dihindarkan

“Hasil yang dicapai melalui program Transformasi Pasar Bangunan Hijau IFC, menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang sesuai dengan komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui bangunan gedung hijau,” ungkap Mitchell saat jumpa pers, Rabu (20/02/2019) di Jakarta.

Ia melanjutkan, studi kasus ini menyimpulkan bahwa meskipun biaya untuk mendirikan kesembilan bangunan gedung hijau tersebut lebih tinggi hingga 17%, terkait dengan biaya desain dan penggunaan materialnya, namun dalam jangka panjang akan menguntungkan.

“Bangunan gedung hijau juga memberikan manfaat lingkungan dan finansial bagi para pengembang, penyewa dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Mitchell.

Baca Juga: Apartemen Samara Suites Raih Sertifikasi Bangunan Hijau EDGE

Dalam kesempatan yang sama, Iwan Prijanto, Chairperson dari GBC Indonesia mengatakan mempromosikan bangunan gedung hijau membutuhkan bukti, bukan hanya teori konseptual.

“Kami senang dapat berbagi contoh penghematan biaya-biaya yang sangat besar bagi operator dan investor, yang juga memberikan lingkungan yang lebih sehat bagi penghuni,” tutur Iwan.

Secara global, IFC telah berinvestasi lebih dari USD4 miliar pada bangunan dan gedung hijau melalui intermediasi lembaga keuangan, sektor ritel, hotel, rumah sakit, properti serba guna (mixed-used), hunian, sekolah, dan universitas.

Salah satunya, lembaga tersebut bermitra dengan Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 2012 untuk mengimplementasikan peraturan gedung ramah lingkungan, yang mengatur desain bangunan, penghematan konsumsi listrik dan air, serta mengoptimalkan pengunaan material bangunan.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda