Infrastruktur Beri Dorongan Positif Terhadap Pasar Properti Asia

Colliers International melaporkan, di Indonesia kegiatan investasi utama yang sedang berjalan adalah sektor infrastruktur.

Properti di Asia, Colliers International
Ilustrasi properti di Shanghai, China. (Foto: wikimedia)

RumahHokie.com (Jakarta) – Tahun 2018 lalu, berakhir dengan catatan pasar properti yang tidak menentu bagi banyak investor. Mereka cenderung berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Colliers International merilis laporan kuartal IV-2018, yang mencatat bahwa pasar properti di seluruh kawasan Asia, termasuk di Indonesia, diprediksi relatif tidak akan banyak mengalami perubahan signifikan.

Namun demikian, dengan dukungan infrastruktur yang membuka akses ke daerah-daerah terpencil, terdapat beberapa sektor properti di berbagai negara menunjukan tren positif.

Baca Juga: Prospek pasar properti Asia Tahun 2019 Dinilai Tetap Memiliki Peluang

Direktur Pasar Modal & Layanan Investasi Colliers International Indonesia, Steve Atherton menyebutkan bahwa sektor paling positif dalam pengembangan properti saat ini adalah proyek perumahan dan apartemen menengah ke bawah.

“Di Indonesia, proyek infrastruktur, yakni Moda Raya Terpada (MRT); Lintas Rel Terpadu (LRT); perluasan sistem jalan tol di Jabodetabek dan perluasan pelabuhan, menjadi penggerak utama pasar properti di kuartal IV-2018,” ujar Steve seperti dilansir dari siaran pers, Kamis (31/01/2019).

Pertumbuhan properti yang didorong oleh peningkatan infrastruktur juga terjadi di China. Colliers International melihat bahawa rencana sembilan jalur metro baru di Shanghai, akan menarik investasi di properti perkantoran dan ritel di distrik-distrik yang jauh dari pusat kota.

Baca Juga: Pasar Apartemen: Antara Investor, Pemilu, dan Ekonomi Global

Sementara itu, konsultan global real estat itu pun melaporkan, optimisme dan kepercayaan yang berkelanjutan pada stabilitas ekonomi Jepang, berdampak pada pertumbuhan pasar properti di negara tersebut yang diperkirakan akan dimulai pada kuartal I-2019.

Colliers melihat transaksi penyewaan gedung kantor di Tokyo terus mendominasi. Bahkan, ketika investor diberi harga sewa yang tinggi untuk ruang perkantoran Grade A.

Untuk di Singapura, mereka melihat segmen pasar non-perumahan tetap menjadi fokus di negara tersebut. Colliers mencatat investasi tertinggi terdapat pada sektor perkantoran.

Baca Juga: Colliers International: Gedung Perkantoran ‘Sehat’ Akan Semakin Dilirik

Sedangkan, pada pasar residensial diprediksi tetap tenang, karena langkah-langkah yang dijalankan oleh Pemerintah Singapura.

Di sektor hotel, tampaknya akan berkinerja baik dengan jumlah wisatawan yang kuat, sehingga meningkatkan tingkat okupansi hunian.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda