Infrastruktur dan Transportasi Dongkrak Sektor Perhotelan Vietnam

Pertumbuhan pesat Vietnam sebagai tujuan wisata menempatkannya di radar investor sebagai tujuan utama investasi perhotelan.

Foto: hanoihotels.info

RumahHokie.com (Jakarta) – Pertumbuhan pesat Vietnam sebagai tujuan wisata menempatkannya di radar investor sebagai tujuan utama investasi perhotelan.

Negara ini telah meningkatkan infrastrukturnya untuk menarik lebih banyak investor asing dari Singapura, Jepang, Korea Selatan, Thailand dan Malaysia.

Dengan inisiatif pemerintah dan komitmen sektor swasta terhadap infrastruktur dan transportasi, membuat investor hotel sangat ingin memanfaatkannya.

Baca Juga: Australia dan Hong Kong Dominasi Investasi Hotel Asia Pasifik

Vietnam menginvestasikan 5,8% dari PDB dalam perkembangan infrastruktur, atau yang tertinggi di Asia Tenggara menurut Asian Development Bank.

Lebih dari 10 juta turis internasional tercatat mengunjungi Vietnam pada 2016, meningkat 26% dibanding 2015, dimana pelancong China mengalami pertumbuhan lebih dari 50%. Vietnam National Administration of Tourism bahkan memproyeksikan 20 juta pengunjung pada 2020.

Peningkatan arus turisme disebabkan investasi infrastruktur yang signifikan di Vietnam. Investasi ini akan menghasilkan 2.000 kilometer jalan raya baru, sistem metro di Hanoi dan Ho Chi Minh City, dan perluasan beberapa bandara.

Sebagai bagian dari rencana induk transportasi ini, baik maskapai swasta maupun BUMN berencana memperluas dan memperbaiki armada mereka, yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan industri pariwisata.

Baca Juga: Shanghai Geser Hong Kong Sebagai Pasar Perkantoran Terbesar

“2016 terjadi rekor transaksi hotel, dengan nilai transaksi dolar mencapai 83% dibanding transaksi yang terjadi di Thailand—pasar yang sering dianggap lebih besar dan lebih likuid,” kata Adam Bury, Senior Vice President Investment Sales, Hotels & Hospitality Group JLL Asia Pasifik.

Menurutnya, China tetap menjadi pasar terbesar Vietnam, dengan pertumbuhan 51,4% (y-o-y) sejak 2016, diikuti Korea Selatan (38,7%) dan Jepang (10,3%).

Pasca-aturan bebas visa dan penerbangan langsung dari Rusia, jumlah pengunjung Rusia meningkat lebih dari 60% pada bulan April 2017.

Brand Hotel Internasional Menjamur
Frank Sorgiovanni, Kepala Riset JLL Hotels and Hospitality Group Asia Pasifik mengatakan, pihaknya melihat peningkatan jumlah brand hotel internasional yang dibuka di Vietnam selama 24 bulan terakhir, salah satunya rebranding Hoi An’s The Nam Hai yang sekarang berada di bawah manajemen Four Seasons.

“Seperti pasar Asia Tenggara lain yang kami amati, termasuk Thailand dan Indonesia, kami memprediksi pertumbuhan yang tinggi di hotel dengan brand internasional. Sementara itu, brand hotel domestik didirikan di Ho Chi Minh City dan Hanoi umumnya bermain di segmen hotel bujet dan menengah,” imbuh Sorgiovanni.

Baca Juga: Tren Pasar Properti Naik, Investor Asing Makin Melirik

Sementara itu, Stephen Wyatt, Country Head JLL Vietnam menambahkan,  industri perhotelan Vietnam berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Permintaan datang dari perusahaan dan bisnis yang cukup besar di beberapa hotel di Ho Chi Minh City dan Hanoi menyusul beberapa produsen multinasional yang masuk dan memindahkan staf mereka dari pasar Asia lain.

“Kinerja hotel, terutama di Hanoi, telah membaik setelah investasi yang besar di sektor industri. Kami melihat tren serupa terjadi di Ho Chi Minh City yang juga mendapat keuntungan dari posisinya sebagai pusat keuangan negara ini,” pungkas Wyatt.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda