Ini Kata DPC AREBI Bekasi Menyoal Sertifikasi Broker Properti

Selain sebagai legalitas bagi para agen, keberadaan sertifikasi agen properti juga akan melindungi para konsumen dari kejadian yang berpotensi merugikan mereka.

Yohan Yan-Ketua Arebi DPC Bekasi-RumahHokie.com-Adhitya Putra-DSC_9095
(Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Bekasi) – Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DPC Bekasi, Yohan Yan mengatakan pentingnya memiliki sertifikasi untuk para agen properti.

Selain sebagai legalitas bagi para agen, keberadaan sertifikasi agen properti juga akan melindungi para konsumen dari kejadian yang berpotensi merugikan mereka.

“Mengapa itu (sertifikasi) perlu dilakukan, karena kaitannya untuk memberikan hak dan perlindungan kepada konsumen ketika membeli properti melalui jasa broker,” ujar Yohan ketika ditemui RumahHokie.com, Selasa (10/04/2018) disela-sela acara seminar AREBI di Hotel Santika, Bekasi.

Menurutnya, dengan kepemilikan sertifikasi agen properti tersebut juga akan mendukung program wajib pajak yang digaungkan oleh pemerintah Indonesia.

Baca Juga : Selain Menguasai Produk, Broker Harus Jago Menganalisa Pasar

Selain sertifikasi, legalitas yang juga harus diperhatikan oleh seluruh kantor agen properti adalah kepemilikan Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4).

“Kita harus memiliki agen-agen properti yang profesional dan kantor-kantor agen properti yang berlisensi. Karena hal itu juga berkaitan dengan payung hukum dan kinerja, sehingga diharapkan mereka bekerja secara profesional dan tidak memikirkan soal komisi yang didapat saja,” kata pria yang juga menjabat sebagai Vice Principal Century21 Metro Group ini.

Lebih lanjut, Yohan menjelaskan tahapan atau prosedur untuk mendapatkan SIU-P4 mendapatkan surat tersebut, maka peserta harus wajib menjadi anggota Arebi.

Lalu, wajib untuk mengikuti pelatihan manajemen properti untuk prinsipalnya. Setelah itu, lanjut ke tahap uji kompetensi yang diselenggarakan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Broker Properti Indonesia.

Seperti yang kita ketahui bersama, beberapa waktu lalu dua kantor agen properti disegel oleh Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan (Kemendag), karena diduga tidak mengantongi izin usaha.

Baca Juga : Hartono Sarwono: Menyoal Perizinan Broker, Tahun Politik, dan Generasi Milenial

Yohan mengakui sosialisasi di lapangan mengenai legalitas kantor agen properti sejauh ini memang belum maksimal.

“Dengan kejadian penyegelan kantor agen beberapa waktu lalu, mungkin menjadi efek domino yang cukup baik, agar mereka cepat-cepat mengurus sertifikasi mereka. Itu (sertifikasi) juga akan membuat teman-teman agen menjadi aman transaksinya kok!,” katanya.

Di tahun pertama keberadaannya, DPC AREBI Bekasi telah memiliki anggota mencapai hampir 100 kantor agen. Hingga saat ini sudah ada sekitar 50 lebih kantor agen properti dibawah naungan organisasi broker itu yang telah tersertifikasi.

“Kami terus mensosialisasikan pentingnya sertifkasi dengan mengadakan berbagai seminar dan talkshow kepada para agen. Kami juga terus mengadakan pelatihan-pelatihan untuk mereka,” ungkap Yohan menutup perbincangan dengan RumahHokie.com.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda