Inilah Aturan Baru Uang Muka KPR yang Ditetapkan Bank Indonesia

Kebijakan relaksasi Loan to Value (LTV) dilakukan guna menjaga momentum pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan dengan tetap memerhatikan aspek kehati-hatian dan perlindungan konsumen.

Ilustrasi Timabangan RH-02-rumahhokie
Foto: Dok. RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Akhir pekan lalu, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan regulasi terkait Loan to Value (LTV). Dengan aturan baru ini, konsumen rumah pertama (first home buyer) bisa membeli hunian tanpa membayar uang muka (DP).

Berlaku mulai 1 Agustus 2018, kebijakan relaksasi Loan to Value (LTV) dilakukan guna menjaga momentum pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan dengan tetap memerhatikan aspek kehati-hatian dan perlindungan konsumen.

Baca Juga: Dorong Daya Beli Properti, BI Akan Longgarkan Aturan LTV KPR

Dalam keterangan resmi Bank Indonesia disebutkan, dasar pertimbangan pelonggaran pengaturan Loan to Value (LTV)/Financing to Value (FTV) antara lain, sebagai penyempurnaan ketentuan LTV atau FTV yang dilakukan BI pada 2016 dianggap mampu meningkatkan pertumbuhan KPR namun belum cukup optimal.

Siklus kredit properti ditengarai masih berada pada fase rendah, tetapi berpotensi terjadi akselerasi yang didukung oleh penyediaan dan permintaan terhadap produk properti yang mulai meningkat dan kemampuan debitur yang masih baik.

Selain itu, alasan lain adalah properti dipercaya sebagai sektor dengan efek pengganda (multiplier effect) yang cukup besar terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga: Survei Bank Indonesia: Kenaikan Harga Rumah Terjadi di Semua Tipe

Kebijakan ini diterapkan melalui beberapa aspek: pertama, pelonggaran rasio LTV untuk kredit properti dan rasio FTV untuk pembiayaan properti. Kedua, pelonggaran jumlah fasilitas kredit atau pembiayaan melalui mekanisme inden. Terakhir, penyesuaian pengaturan tahapan dan besaran pencairan kredit/pembiayaan.

Adapun aturan LTV yang berlaku saat ini dengan pasca-pelonggaran dapat dilihat dalam tabel berikut:

Sumber: Bank Indonesia

Dari tabel terlihat bahwa besaran uang muka rumah pertama dan rumah tipe 21 ke bawah diserahkan kepada pihak perbankan penyalur KPR—yang nilainya bisa mulai dari 0%.

Sebagai informasi, LTV merupakan rasio antara nilai kredit atau pembiayaan yang dapat diberikan bank terhadap nilai agunan berupa properti pada saat pemberian kredit atau pembiayaan. Jadi, bila LTV 85%, maka uang muka yang harus dibayar adalah 15%.

Baca Juga: Mau Bayar Tanda Jadi dan Uang Muka Rumah, Perhatikan Hal Ini!

Implementasi pelonggaran inden hanya berlaku bagi bank yg memiliki kebijakan yang memerhatikan kemampuan debitur untuk melakukan pembayaran.

Bank harus memiliki kebijakan tersendiri yg memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit.

Kendati demikian, kredit/pembiayaan dalam rangka pelaksanaan program pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah (seperti KPR FLPP) dikecualikan dari ketentuan ini.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda