Inilah Tujuh Jenis Lahan Sumber Objek Bank Tanah

Bank tanah dapat menyeimbangkan harga, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga bisa menguasai aset.

Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com

RumahHokie.com (Yogyakarta) – Keberadaan bank tanah dinilai sudah sangat mendesak. Pasalnya, harga tanah makin melonjak dan pemerintah kian sulit memperoleh tanah untuk pembangunan sarana umum maupun perumahan.

Kondisi ini menimbulkan gagasan pendirian bank tanah pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2015 – 2019.

Baca Juga: ATR/BPN Kembangkan Sistem Sertifikat Elektronik

Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Himawan Arief Sugoto mengatakan, saat ini banyak pelaku usaha yang menguasai tanah sehingga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak memiliki aset.

“Bank tanah menyeimbangkan, sehingga mereka (MBR) juga bisa menguasai aset,” kata Himawan pada acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Agraria (KAPTI Agraria) di Pendopo Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Kenaikan Tanah Capai 200%
Dinukil dari siaran pers yang dirilis Kementerian ATR/BPN, Himawan mengungkapkan saat ini kenaikan harga rumah di Indonesia telah mencapai kisaran 200% per tahun.

Intervensi pasar yang dilakukan pemerintah dengan menyediakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga rendah juga belum mampu mendorong daya beli masyarakat sehingga masih banyak yang kesulitan memiliki rumah.

Baca Juga: Bank Tanah: Antisipasi Kawasan Kumuh dan Target Sejuta Rumah

Di sisi lain, imbuh Himawan, Pemerintah tidak bisa mengendalikan harga konstruksi. Sementara, di posisi suplai yang bisa dipastikan adalah harga tanah.

“Bank tanah diperlukan untuk mengendalikan harga tanah, sehingga harga rumah lebih baik,” ucapnya.

Lebih lanjut Himawan memaparkan, Bank Tanah yang nantinya berbentuk Badan Layanan Umum, berfungsi sebagai pengelola dan penyedia tanah secara nasional untuk kepentingan umum dan kepentingan pembangunan.

Baca Juga: Dua Hal Penting Memiliki Sertifikat Tanah

Sumber objek untuk bank tanah, berasal dari:
(1) Tanah Cadangan Umum Negara
(2) Tanah Telantar
(3) Tanah Pelepasan Kawasan Hutan
(4) Tanah Timbul, Tumbuh, maupun bekas pertambangan
(5) Tanah proses dari pengadaan langsung
(6) Tanah yang terkena kebijakan tata ruang
(7) Tanah Hibah, tukar menukar, hasil Konsolidasi Tanah serta tanah perolehan lainnya yang sah.

“Pemanfaatan tanah tersebut dapat diberikan dalam bentuk Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai di atas HPL (hak pengelolaan lahan) atas nama Bank Tanah Nasional,” tutur Himawan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda