Investasi Properti Komersial Asia Pasifik Diperkirakan Naik 5% Pada 2019

Berdasarkan laporan JLL, permintaan properti di kawasan Asia Pasifik akan terus bergerak didorong oleh fundamental demografis yang kuat.

Investasi Properti Komersial Asia Pasifik
Ilustrasi pasar properti Asia Pasifik. (Foto: Istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) – Konsultan real estate global JLL memperkirakan volume transaksi properti di wilayah Asia Pasifik pada tahun 2019, secara keseluruhan diperkirakan akan naik 5%, meskipun laju momentum pertumbuhan akan melambat.

Berdasarkan laporan JLL, permintaan properti komersial di kawasan Asia Pasifik akan terus bergerak didorong oleh fundamental demografis yang kuat. Penduduk daerah perkotaan Asia Pasifik diperkirakan akan melampaui 400 juta orang pada tahun 2027.

Stuart Crow, Head of Capital Markets JLL Asia Pasifik, mengatakan meskipun terlihat adanya kemunduran, industri properti tetap terlihat menarik sebagai tempat yang aman untuk berinvestasi.

Baca Juga: JLL: Volume Investasi Properti di Asia Pasifik Capai Rekor USD81 Miliar

Aset properti dianggap memiliki manfaat diversifikasi portofolio serta menawarkan tingkat keuntungan yang relatif lebih tinggi apabila dibanding dengan kelas aset lainnya.

“Dalam situasi ekonomi yang melambat ini, investor menjadi lebih selektif saat bergerak keluar dari suatu jenis investasi. Hal itu dikarenakan, semakin sulit untuk menemukan alternatif investasi lain yang dapat menghasilkan pendapatan,” ujar Crow seperit dilansir dari siaran pers, Kamis (17/01/2019).

Menurutnya, selama satu dekade siklus ekonomi, para investor masih terus berkutat dengan berbagai resiko makro.

Baca Juga: Asia Pasifik Kian Dilirik Investor untuk Bisnis Pusat Data Bersama

Crow melihat bahwa ketidakpastian geopolitik seperti kenaikan suku bunga, berlanjutnya perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, serta tekanan di Uni Eropa yang disebabkan oleh negosiasi Brexit menjadi persoalan yang membuat investor menahan diri.

Perkembangan industri properti di Indonesia
Nilai investasi industri properti Tanah Air juga diproyeksi oleh JLL juga ikut mengalami pertumbuhan.

Pada kesempatan yang sama, James Taylor, Head of Research JLL Indonesia, mengatakan kemungkinan minat investor di Tanah Air akan tetap kuat pada tahun 2019.

“Bisnis pasar gedung perkantoran serta ritel akan semakin ketat. Titik masuk yang paling mungkin diambil oleh para investor adalah pengembangan (properti) tapak atau membentuk kemitraan dengan grup-grup perusahaan lokal,” kata Taylor.

Baca Juga: JLL Investasikan USD100 Juta untuk Perusahan Rintisan Proptech Global

Menurutnya, dengan pengembangan proyek infrastruktur MRT dan LRT yang sedang berlangsung akan menghadirkan peluang dan minat baru para investor untuk datang menanamkan modalnya.

Sementara itu, untuk pasar pergudangan logistik modern, kemungkinan akan terus menjadi fokus investasi bagi grup-grup perusahaan lokal dan internasional.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda