Kehadiran Cocowork Diharapkan Mampu Bangkitkan Potensi Gedung Filateli

Gedung Filateli yang didirikan pada tahun 1912 hingga tahun 1929 itu menjadi lokasi ke-19 dari ruang kerja bersama milik Cocowork.

Kehadiran Cocowork Diharapkan Mampu Bangkitkan Potensi Gedung Filateli
(Foto: Cocowork)

RumahHokie.com (Jakarta) – Saat era surat menyurat masih berjaya, gedung Filateli di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, selalu ramai dikunjungi. Anak usaha dari PT Pos Indonesia itu menjadi pusat perdagangan perangko dan kebutuhan surat menyurat lainnya pada tahun 1980-an.

Seiring perputaran roda zaman dan kegiatan surat menyurat, gedung Filateli yang dirancang
oleh arsitek John Van Hoytema itu tak lagi ramai oleh aktivitas perdagangan perangko.

Sejak bulan April 2018 lalu, suasana berbeda terjadi di Gedung Filateli. PT Pos Properti Indonesia yang merupakan anak usaha dari Pos Indonesia menjalin kerjasama dengan perusahaan penyedia co-working space bernama Cocowork (dahulu bernama EV Hive).

Baca Juga: Tegaskan Ekspansinya, EV Hive Ubah Nama Menjadi Cocowork

gedung bersejarah yang didirikan pada tahun 1912 hingga tahun 1929 itu menjadi lokasi ke-19 dari ruang kerja bersama milik Cocowork.

Sudarmawan Juwono, Vice President Optimalisasi Fasilitas Fisik PT Pos Properti Indonesia, mengatakan dari tahun ke tahun, gedung bersejarah itu sepi.

Baca Juga: EV Hive dan Pos Indonesia Kembali Rilis Co Working Space Anyar

“Hanya sesekali menjadi lokasi pertemuan internal karyawan. Maka, kerjasama dengan Cocowork, menjadi pilihan tepat untuk kembali menghidupkan gedung tersebut,” ujar Juwono seperti dilansir dari siaran pers, Selasa (18/09/2018).

Dengan kerjasama itu, ia berharap lobi utama gedung dengan gaya arsitektur art deco dapat menjadi lokasi digelarnya sejumlah acara kesenian sekaligus menjadi ajang menyalurkan kreativitas anak bangsa.

Baca Juga: UOB Indonesia dan Cocowork Jalin Kemitraan untuk Co-Working Baru

Keinginan Pos Properti Indonesia menyulap lobi utama gedung Filateli menjadi ‘art of public space’, disambut baik oleh Cocowork. Lobi utama yang dimaksud Sudarmawan kini menjadi ruang untuk berbagai acara.

“Desain Gedung Filateli yang artistik sangat tepat untuk menjadi lokasi pertunjukan seni. Dengan menjadi ruang terbuka, tentu akan memberi banyak manfaat bagi siapapun, termasuk bagi, pedagang perangko,” katanya.

Lebih lanjut Juwono berujar, meski tak bisa mengembalikan kejayaan surat menyurat, dengan kegiatan tersebut diharapkan memberi banyak kesempatan untuk pekerja seni sekaligus mempromosikan gedung Filateli yang penuh dengan kisah sejarah itu.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda