Kementerian PUPR Kaji Pembangunan Perumahan Berbasis Komunitas

Pembangunan perumahan berbasis komunitas sangat penting karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam pembangunan perumahan.

rumah komunitas - pencukur rambut garut - asgar - kemenpupr - rumahhokie - dok
Foto: Ristyan Putra - KemenPUPR

RumahHokie.com (Jakarta) – Keberadaan komunitas yang banyak tersebar di seluruh Indonesia membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) berupaya merumuskan kebijakan penyelenggaraan pembangunan perumahan berbasis komunitas.

Regulasi yang dihasilkan tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan perumahan sekaligus meningkatkan capaian Program Sejuta Rumah di Indonesia.

Baca Juga: Bank BTN Kucurkan KPR Kepada Komunitas Pencukur Rambut Garut

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid menyatakan, pembangunan perumahan berbasis komunitas sangat penting karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam pembangunan perumahan.

“Kami harap melalui kebijakan pembangunan rumah yang berbasis komunitas ini bisa segera diimplementasikan di lapangan. Kami akan menggandeng seluruh komunitas-komunitas yang ada di seluruh Indonesia dalam pembangunan rumah,” ujar Khalawi saat membuka kegiatan Perumusan Kebijakan Penyelenggaraan Perumahan Berbasis Komunitas di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Baca Juga: Kementerian PUPR Targetkan 1,25 Juta Unit Rumah Tahun Ini

Khalawi menambahkan, pemerintah telah membantu beberapa pembangunan rumah untuk sejumlah komunitas yang ada di daerah seperti di Kendal, Jawa Tengah dan Garut, Jawa Barat.

“Presiden sangat mendukung kegiatan pembangunan rumah berbasis komunitas. Ini merupakan terobosan dalam program perumahan karena melibatkan masyarakat dalam Program Sejuta Rumah,” kata Khalawi.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, komunitas masyarakat Guru Tidak Tetap dan Buruh di Kendal bekerjasama dengan Universitas Diponegoro Semarang dan Bank BTN membangun sekitar 63 rumah di Perumahan Curug Sewu Asri di Kecamatan Patean.

Baca Juga: Inilah 25 Bank Penyalur KPR Rumah Subsidi di 2019

Sementara itu, di Garut, para tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) bersama pengembang dan Bank BTN bekerjasama membangun 150 unit rumah di Perum PPRG yang berada di Desa Sukamukti Kecamatan Banyuresmi.

“Tukang cukur di Garut yang tergabung dalam Komunitas PPRG saja bisa membangun rumahnya sendiri. Pemerintah akan memberikan dukungan melalui Program Perumahan yang ada di Kementerian PUPR,” terang Khalawi.

Lebih lanjut dia menuturkan, sSelain komunitas, Kementerian PUPR juga akan mendorong skema ABCG yakni pembangunan perumahan dengan melibatkan Akademisi, Business Community, dan Government.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pihak swasta, masyarakat lewat komunitas dan pemerintah, baik pusat maupun daerah, adalah kunci keberhasilan pembangunan perumahan,” pungkasnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda