Keunikan Resto Berbasis Material Anyaman yang Dibuat Viro

Bersama Kezia Karin Studio dan Larch Studio, Viro berkolaborasi dalam mewujudkan pembuatan restoran bernama The GreenHouse yang memadukan unsur modern serta budaya tradisional Indonesia.

Viro-Kezia Karin-RumahHokie.com-Istimewa
(Foto : Viro)

RumahHokie.com (Jakarta) – Seiring perkembangan tren dan teknologi, kini desain restoran bisa dibuat dengan berbagai konsep. Seperti yang dibuat oleh Viro, penyedia solusi material desain dan bangunan, yang menghadirkan konsep restoran berbasis material anyaman.

Bersama Kezia Karin Studio dan Larch Studio, Viro berkolaborasi dalam mewujudkan pembuatan restoran bernama The GreenHouse.

Dengan ide rancangan rancangan bertemakan taman di dalam ruang, mereka mendirikan sebuah resto seluas 200 meter persegi di dalam ajang Art Jakarta 2018. Resto itu dapat mampu menampung hingga 60 tamu.

Baca Juga : Kolaborasi Viro dengan Kezia Karin Bukti Anyaman dapat Tampil Kekinian

Johan Yang, Executive Vice President PT Polymindo Permata (perusahaan pemilik merek Viro), menyatakan melalui restoran berkonsep taman itu, pihaknya ingin menunjukan bahwa kemampuan anyaman untuk bersinergi bersama perkembangan desain masa kini, baik untuk desain luar ruang maupun dalam ruang.

“Kami ingin memperkenalkan materi ramah lingkungan eco faux, serta mempromosikan keahlian tangan para pengrajin lokal ke publik yang lebih luas,” ujar Johan, seperti yang dikutip dari siaran pers yang diterima RumahHokie.com, Ahad (05/08/2018).

Johan kembali menambahkan, mereka berupaya menunjukan kemampuan anyaman dapat diterapkan pada ragam desain dan kreasi yang tidak terbatas, mulai dari kebutuhan fungsional sebagai bahan dasar bangunan hingga pemenuhan unsur estetika pada konsep restoran.

Desainer interior Kezia Karin, sang perancang restoran tersebut, menerangkan ia ingin menampilkan desain yang eksperimental dan segar.

Baca Juga : Usung Konsep Archineering, Viro Bangun Gazebo Gedong Panjang

Keinginannya itu ia capai dengan mengolah material eco faux untuk menghasilkan bentuk-bentuk desain baru yang unik dan belum pernah ditampilkan sebelumnya.

“Saya menggabungkan antara teknik anyam tradisional dan mereproduksi teknik sulam pita pada tampilan The GreenHouse. Ini merupakan perpaduan antara pendekatan bentuk modern dan nilai budaya Indonesia,” jelas Kezia.

Tampilan arsitektur resto ini menyerupai sangkar burung dengan ornamen dekoratif berupa bunga serta tanaman hidup yang diaplikasikan secara dinamis.

Sementara itu, desainer lanskap Satya Putra dari Larch Studio berujar bahwa penting menggunakan bahan yang tidak memerlukan perawatan intensif, namun tetap memiliki nilai estetis tinggi.

“Tantangan dalam pembuatan pengaturan lanskap adalah bagaimana bahan yang digunakan dapat diandalkan untuk menerima kondisi luar ruang seperti cuaca yang sering kali berubah,” pungkasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda