Keunikan Synthesis Residence Kemang Terinspirasi Kultur Asli Indonesia

Kompleks hunian jangkung ini menawarkan kemewahan, berusaha juga menghadirkan nuansa dan sentuhan berbeda guna menciptakan kualitas kehidupan.

rumahjoglo-rumahhokie-dedy mulyadi-dok
Synthesis Residence Kemang juga menghadirkan pendopo atau joglo sebagai lobby utama. Kesan lain yang ingin dimunculkan adalah keunikan konsep yang terinspirasi dari kultur asli Indonesia.

RumahHokie.com (Jakarta) – Meski dalam dua tahun terakhir, sektor properti mengalami siklus yang tidak menentu dan menyebabkan pasar cenderung melambat. Namun sejumlah pelaku optimis, bisnis properti bakal segera bangkit.

Secara global perekonomian masyarakat Indonesia relatif membaik. Hanya saja sebagian konsumen terkesan menahan untuk melakukan pembelian properti.

“Untuk mendongkrak minat masyarakat terhadap bisnis properti, kami berusaha memancingnya dengan program yang menarik. Karena itu, kami meluncurkan Program Subsidi DP,” tegas Imron Rosyadi, Marketing and Sales General Manager Synthesis Residence Kemang, Kamis (8/6/2017).

Baca juga: Tawarkan Pembiayaan Syariah, Synthesis Gandeng Maybank

Salah satu produk yang ditawarkan adalah apartemen Synthesis Residence Kemang. Lahan pengembangannya seluas dua hektar.

Dalam paparannya Imron mengatakan, lokasi proyek apartemen kelas menengah atas tersebut berada di wilayah Kemang, kawasan elit yang menjadi favorit bagi sebagian ekspatriat di Jakarta Selatan.

Diakuinya, lokasi tersebut merupakan area incaran bagi banyak developer untuk membangun hunian vertikal.

“Kami optimis, bisa sukses memasarkan proyek ini. Selain kawasan Kemang terkenal dengan Heritage Indonesia, wilayah ini juga banyak diminati ekspatriat. Lokasinya pun strategis, dekat pusat perkantoran dan pusat komersial,” jelas Imron.

Menurutnya, dengan lahan seluas dua hektar, Synthesis Development menggagas untuk mengembangkan hunian vertikal dengan konsep yang berbeda.

Nantinya, proyek tersebut akan berdiri tiga tower apartemen dengan nama yang mengadopsi pewayangan Indonesia.

Mengedepankan Konsep Budaya Jawa
Ketiga tower itu masing-masing diberi nama Arjuna, Nakula, Sadewa. Dua tower diantaranya di desain kembar. Fasade ekterior bangunannya mengedepankan konsep budaya Jawa, begitu juga tampilan interiornya.

“Kami juga menghadirkan pendopo atau joglo sebagai lobby utama. Kesan lain yang ingin dimunculkan adalah keunikan konsep yang terinspirasi dari kultur asli Indonesia,” urai Imron.

Pada area tertentu, pihaknya mengadopsi aksen batik kawung penghias sebagian besar sudut eksterior dan interiornya. Dilengkapi juga patung pahatan sebagai pemanis area taman dan konsep Tirta Astana sebagai taman juga fasilitasnya.

“Selain unik, konsepnya menawarkan kemewahan dan detailing. Konsultan interior dan eksterior terbaik yang dipilih adalah Air Mas Asri dan Hadiprana,” jelasnya.

Dengan kemewahan yang ditawarkan, pihaknya berusaha menghadirkan nuansa dan sentuhan berbeda untuk menciptakan kualitas kehidupan.

Tersedia pula area parkir yang ditempatkan pada basement (empat lantai). 60% dari luas lahan, dikembangkan menjadi area hijau. Dilengkapi juga segudang fasilitas.

“Khusus di dekat dua tower kembar, ada fasilitas baru yang kami tawarkan yaitu Teras Srikandi. Nantinya akan dijadikan sebagai area komersial yang bakal memenuhi kebutuhan penghuni,” ulas Imron.

Sejak dipasarkan pada pertengahan tahun 2016, dari tiga tower yang di pasarkan, tower Sadewa sudah terjual 97%. Dua tower kembar (Nakula Sadewa) masing-masing tower memiliki 350 unit apartemen.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda