Kontribusi Pemerintah dalam Membangun Rumah MBR Hanya 20%

Hingga awal Desember 2017, capaian Program Sejuta Rumah sebanyak 765.120 unit, dimana rumah MBR sebanyak 619.868 unit dan rumah non-MBR 145.252 unit.

Rumah sederhana di Cileungsi (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Sejak 2015 hingga 4 Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan telah memberikan bantuan pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) bagi 74.106 unit rumah di Indonesia.

Bantuan PSU dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan perumahan yang dihuni oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selain itu, bertujuan mendukung Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 29 April 2015 lalu.

Baca Juga: Bagaimana Pekerja Sektor Informal Mendapat KPR dari Bank BTN?

“Bantuan stimulan ini meningkatkan kenyamanan masyarakat untuk tinggal dengan adanya jalan lingkungan, drainase, dan sarana air bersih,” jelas Dirjen Penyediaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid dalam siaran pers yang dirilis KemenPUPR.

Hingga awal Desember 2017, capaian Program Sejuta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah yang didominasi oleh rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) sebanyak 619.868 unit (81%) dan 145.252 unit rumah non-MBR (19%).

Baca Juga: Pemerintah Maksimalkan Bantuan Rumah Swadaya dan Pekerja Informal

Dalam mencapai target program tersebut, kemampuan Pemerintah untuk membangun fisik rumah MBR hanya sebesar 20% melalui pembangunan Rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya, maupun bantuan PSU.

Sementara 30% lainnya dibangun oleh pengembang perumahan MBR dengan bantuan subsidi KPR (kredit pemilikan rumah) melalui program KPR FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan), subsidi selisih bunga (SSB), dan bantuan uang muka (BUM). Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.

Rp6,2 Juta per Unit
Sementara itu Direktur Rumah Umum dan Komersial (RUK) Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Dadang Rukmana mengatakan bantuan PSU yang diberikan kepada pengembang perumahan MBR merupakan komitmen Pemerintah mendukung penyediaan rumah MBR yang berkualitas baik. Besar bantuan dianggarkan maksimal sebesar Rp6,2 juta per unit.

Dalam dua tahun berikutnya (2018-2019) bantuan PSU bagi perumahan MBR dapat bertambah 58.000 unit yang terdiri dari 27.500 unit pada tahun 2018 dan 30.500 unit pada tahun 2019.

Baca Juga: Tips Membeli Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami)

Sebaran penerima bantuan PSU hampir merata yakni 53,9% di kawasan barat dan 46,1% di kawasan timur Indonesia. Sehingga total capaian 2015-2019 mencapai 132.106 unit.

Tahapan pemberian bantuan PSU berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor 38/PRT/M/2015 Tahun 2015 mengenai Bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umun Untuk Perumahan Umum yakni usulan, penetapan lokasi perumahan penerima bantuan, pelaksanaan pembangunan fisik, dan pelaporan.

Usulan dilakukan berjenjang mulai dari pengembang kepada Pemerintah Kabupaten/Kota kemudian melanjutkan usulan kepada Pemerintah Provinsi dan terakhir diusulkan kepada KemenPUPR yang kemudian melakukan verifikasi persyaratan administrasi dan teknis serta pengecekan ke lapangan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda