Kuartal III-2018, Penyaluran KPR Bank BCA Capai Rp86,3 Triliun

Bank BCA menutup kuartal ketiga 2018 dengan pertumbuhan laba bersih 9,9% (yoy) dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya menjadi Rp18,5 triliun.

paparan kinerja bank bca - kuartal 3 2018 - rumahhokie - dok
Dari kiri ke kanan: Eugene K. Galbraith (Wakil Presiden Direktur), Vera Eve Lim (Direktur), DE Setijoso (Presiden Komisaris), Henry Koenaifi (Direktur), dan Suwignyo Budiman (Direktur) berbincang di sela pemaparan kinerja keuangan BCA Kuartal III 2018 – (Foto: Dok. Bank BCA)

RumahHokie.com (Jakarta)PT Bank Central Asia, Tbk (BBCA) pada kuartal III-2018 mencatatkan pertumbuhan neraca yang sehat. Kenaikan portofolio kredit sebesar 17,3% (yoy) menjadi Rp516 triliun, sementara dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh 11,4% (yoy) menjadi Rp477 triliun.

Wakil Presiden Direktur Bank BCA, Eugene K. Galbraith mengatakan, Bank BCA membukukan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami melihat adanya peluang-peluang usaha serta peningkatan permintaan kredit usaha dari para nasabah. BCA juga mencatat pertumbuhan CASA yang solid, didukung oleh kepercayaan para nasabah terhadap layanan perbankan transaksi yang ditawarkan oleh BCA,” kata Eugene dalam pemaparan kinerja Bank BCA, Kamis (25/10/2018).

Baca Juga: Bank BCA Kucurkan KPA untuk Konsumen Apartemen Arumaya

Pada akhir September 2018, portofolio kredit Bank BCA mencapai Rp516 triliun, tumbuh 17,3% (yoy). Bank BCA mencatat pertumbuhan kredit usaha yang lebih tinggi, baik pada kredit investasi maupun modal kerja.

Kredit investasi terlihat mulai meningkat pada periode sembilan bulan pertama 2018. Kredit korporasi meningkat 23,3% (yoy) menjadi Rp199,2 triliun, terutama berasal dari sektor jasa keuangan, telekomunikasi, serta minyak nabati dan hewani.

Sementara itu, kredit komersial dan UKM tumbuh 17,6% (yoy) menjadi Rp176,4 triliun dan kredit konsumer meningkat 9,0% (yoy) menjadi Rp139,9 triliun.

Penyaluran KPR Naik 9,4%
Pada portofolio kredit konsumer, kredit pemilikan rumah (KPR) naik 9,4% (yoy) menjadi Rp86,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 7,7% (yoy) menjadi Rp41,5 triliun. Pada periode yang sama, outstanding kartu kredit tumbuh 10,9% (yoy) menjadi Rp12,1 triliun.

BCA mencatat pertumbuhan kredit yang sehat dengan rasio kredit bermasalah (NPL) pada level 1,4% pada akhir September 2018, berada dalam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima. Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) tercatat sebesar 187,0%.

Baca Juga: Keppel Land Akuisisi Lahan Bank BCA di CBD Jakarta

BCA mempertahankan posisi likuiditas dan permodalan yang kokoh dengan rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) sebesar 80,9% dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,2%. Penyempurnaan dari LFR, Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) yang baru diterapkan tercatat pada level 81.8%.

BCA terus memperkuat bisnis inti dalam perbankan transaksi untuk mendukung pertumbuhan CASA yang solid. CASA meningkat 11,4% (yoy) menjadi Rp476,8 triliun dan tetap merupakan porsi utama dari dana pihak ketiga yaitu sebesar 77,7% pada akhir September 2018.

Baca Juga: Bank BTN Tawarkan KPR Khusus Generasi Milenial

Dalam komposisi CASA, dana giro tumbuh 12,7% (yoy) menjadi Rp163,1 triliun, sementara dana tabungan meningkat 10,8% (yoy) mencapai Rp313,7 triliun. Adapun dana deposito tercatat sebesar Rp137,1 triliun atau turun 6,4% (yoy).

Meskipun mengalami penurunan secara tahunan (yoy), dana deposito kembali mengalami peningkatan sejak Maret 2018 sejalan dengan tren kenaikan suku bunga deposito. Pada akhir September 2018, keseluruhan dana pihak ketiga tumbuh sebesar 6,9% (yoy), menjadi Rp613,9 triliun.

Laba Bersih Capai Rp18,5 Triliun
BCA menutup periode sembilan bulan pertama 2018 dengan pertumbuhan laba bersih 9,9% (yoy) menjadi Rp18,5 triliun dari Rp16,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan operasional BCA yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya, meningkat 10,1% menjadi Rp45,9 triliun dibandingkan Rp41,7 triliun pada sembilan bulan pertama 2017.

Baca Juga: Hati-hati Memilih Produk KPR Agar Tidak Terjerat Kredit Macet

Menurut Eugene, Bank BCA secara konsisten menerapkan praktik kehati-hatian dan mencermati kondisi perekonomian guna menjaga keberlangsungan kinerja bisnisnya.

“Kami optimistis terhadap dinamika perkembangan ekonomi Indonesia yang akan terus berlanjut meskipun saat ini sedang dihadapkan pada perubahan kondisi global. Kami meyakini bahwa kestabilan perbankan nasional akan tetap terjaga serta memiliki prospek positif dalam jangka panjang,” jelasnya.

Fundamental bisnis BCA yang solid dan kapabilitas dalam beradaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis, imbuhnya, akan mendukung posisi BCA untuk terus bertumbuh.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda