Kunjungan Turis Meningkat 10%, Bali Dibanjiri Pasokan Hotel Mewah

Colliers International Indonesia memprediksi setidaknya akan ada pasokan 1.521 kamar hotel baru di Pulau Bali, hingga akhir tahun 2018 nanti.

Ritz-Carlton-Hotel-Bali-RumahHokie.com
Ilustrasi hotel di Bali. (Foto: Ritz Carlton Hotel Bali)

RumahHokie.com (Jakarta) – Hotel kelas mewah (luxury) diprediksi akan membanjiri pasar perhotelan di Bali. Hal itu terjadi, karena Pulau Bali masih dianggap sebagai destinasi investasi potensial, selain sebagai tujuan wisata favorit bagi turis asing dan lokal.

Konsultan properti global, Colliers International Indonesia memaparkan bahwa selama Kuartal II-2018, terdapat total pasokan 184 kamar baru. Jumlah tersebut berasal dari Fairfield Hotel Legian sebanyak 162 kamar serta Artotel Haniman Ubud yang berjumlah 22 unit kamar.

Ditemui oleh RumahHokie.com, Rabu (04/07/2018) di gedung WTC Sudirman, Jakarta, Ferry Salanto, Senior Associate Director, Colliers International Indonesia menjelaskan, pihaknya memprediksi setidaknya akan ada pasokan 1.521 kamar hotel baru hingga akhir tahun 2018 ini.

Baca Juga : Okupansi Kamar Hotel Diprediksi Terdongkrak Selama Asian Games 2018

Jumlah pasok tersebut hadir dengan rincian sebanyak 837 kamar hotel kelas bintang 5 dan 684 kamar kelas bintang 4.

Pertumbuhan pasok kamar hotel di Bali diprediksi juga akan berlanjut pada tahun 2019 dengan kehadiran 611 kamar hotel baru dengan rincian sebanyak 342 kamar hotel bintang 5 dan 269 kamar hotel dengan level bintang 4.

“Tahun 2020 juga akan ada 308 kamar baru yang dipasok dari hotel bintang 5 dan bintang 3. Kalau kami lihat, komposisi hotel yang masuk kebanyakan level Luxury” jelas Ferry.

Baca Juga : Taman Bermain Cartoon Network Akan Merambah Pulau Bali

Ia kembali melanjutkan, hal itu terjadi karena Bali masih menjadi tujuan wisata terfavorit. Banyak maskapai internasional membuka penerbangan langsung (direct flight) menuju ke Bali. Hal ini mendorong jumlah kunjungan turis asing juga ikut meningkat 10% setiap tahunnya.

Colliers melihat salah satu wisatawan asing yang banyak mengunjungi Bali adalah turis asal India. Hal itu ditunjukan dengan peningkatan mencapai 61,9% atau 158.957 turis.

Dengan banyaknya jumlah pasokan kamar yang banyak, membuat persaingan diantara hotel semakin ketat. Banyak merek hotel yang menjaga harga kamarnya agar okupansi tetap terjaga.

Baca Juga : Short-Term Rent: Pahit-Manis Bisnis Portal Hotel Online

Hingga saat ini, Colliers menjelaskan kinerja harga kamar (Average Daily Rate) diprediksi akan terus berada di angka USD116,05 selama tahun 2018 ini. Angka tersebut naik sekitar 2,2% dari periode sebelumnya.

Untuk kinerja tingkat hunian (Average Occupancy Rate) kamar hotel di Bali juga diprediksi naik 71,1% hingga akhir tahun 2018.

Adanya event internasional IMF-WB Annual Meeting yang dihelat Oktober mendatang serta gelaran FIABCI Meeting and Global Businesd Summit pada Desember nanti, akan menjadi kegiatan yang dapat meningkatkan okupansi kamar hotel di Bali hingga akhir tahun 2018 ini.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda