Laju Pertumbuhan Bisnis Apartemen di Jakarta Masih Melambat

Colliers International Indonesia melaporkan sepanjang tahun 2018, terdapat 17.524 unit pasokan apartemen baru di Jakarta, naik 116% dibanding pasok tahun 2017 lalu.

Pasar Apartemen di Jakarta, Colliers International, Ferry Salanto
Ilustrasi apartemen di Jakarta. (Foto: travelio)

RumahHokie.com (Jakarta) –  Memasuki awal tahun 2019, Colliers International Indonesia memproyeksikan laju pertumbuhan bisnis pasar apartemen di Jakarta masih melambat. Banyak pasokan hunian vertikal yang tersedia, belum mampu terserap pasar secara baik.

Colliers International Indonesia melaporkan sepanjang tahun 2018, terdapat 17.524 unit pasokan apartemen baru di Jakarta, naik 116% dibanding pasok tahun 2017 lalu.

Akan tetapi jumlah tersebut tak dibarengi oleh tingkat hunian apartemen sewa yang mengalami tren penurunan 1,4% secara year-on-year (yoy).

Baca Juga: Sentimen Negatif Masih ‘Menghantui’ Pasar Apartemen di Jakarta

“Kita bisa melihat bahwa laju suplai dengan laju penyerapan memang tidak berjalan seimbang,” tutur Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia, dihadapan awak media, Rabu (09/01/2019) di Jakarta.

Ia melihat hal itu dikarenakan melimpahnya pasokan baru, sementara permintaan dari pasar apartemen, terutama penyewa dari kalangan ekspatriat dinilai rendah.

Dari sisi tingkat penjualan (take-up rate) pasar apartemen Jakarta cenderung stagnan. Meskipun sudah didorong dengan beberapa stimulus yang telah diberikan pemerintah untuk mendongkrak pasar properti.

Baca Juga: Pasar Apartemen: Antara Investor, Pemilu, dan Ekonomi Global

Sementara, jika melihat pertumbuhan harga apartemen naik sebesar 2,5% atau berada di kisaran harga Rp33,8 juta per meter persegi.

“Kalau pasar apartemen hanya mengandalkan pembeli investor, maka akan sulit untuk mengangkat penjualan. Apalagi di tahun ini, kondisi pasar masih dianggap tidak pasti, karena menunggu momentum Pemilu,” ujar Ferry.

Laporan yang dirilis Colliers juga mengungkapkan bahwa investasi apartemen dinilai kurang memuaskan apabila dibandingkan dengan produk investasi yang lain. Kondisi itu tak terlepas dari tarif sewa yang cenderung terus terkoreksi.

Baca Juga: Cara Pembayaran Menggunakan KPA Makin Diminati Pembeli Apartemen

Berdasarkan survei yang dilakukan konsultan properti global itu, apartemen hanya mampu memberikan imbal hasil (yield) tak kurang dari 5,5 % per tahunnya.

Bandingkan dengan deposito yang mampu mendatangkan yield sekitar 6,5% per tahun dan dianggap lebih stabil.

“Apabila kita bandingkan secara umum pada tahun 2013, imbal hasil dari apartemen bisa mencapai 10,2%. Semenjak itu, trennya terus turun hingga 5,5%. Oleh karena itu, kami tidak merasa optimistis bahwa pasar apartemen Jakarta bisa membaik di kuartal I-2019 ini,” pungkas Ferry.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda