Mal Digital Pertama di Dunia Diluncurkan di Noida, India

Diinisiasi oleh Yokeasia Malls Pvt. Ltd., Digital Malls of Asia merupakan inovasi disruptif yang menciptakan kembali pengalaman mal fisik dalam ruang digital.

Digital Mall of Asia - Noida - India - rli.uk.com - rumahhokie - dok
Mal Digital di Noida India (Foto: rli.uk.com)

RumahHokie.com (Delhi) – Dalam revolusi industri ritel dan e-commerce global, Digital Mall of Asia (DMA)—platform e-commerce digital yang menggabungkan real estat dan ruang digital—meluncurkan mal di Noida, India, yang digadang sebagai mal digital pertama di dunia.

Noida (singkatan dari “New Okhla Industrial Development Authority”, sebuah kota satelit di pinggir Delhi),  merupakan contoh bagaimana portal online dan peritel konvensional dapat melampaui kesenjangan antara fisik dengan digital agar makin optimal menjangkau konsumen mereka dan menghasilkan pendapatan—dan ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Evolusi Pusat Perbelanjaan di Jakarta

Diinisiasi oleh Yokeasia Malls Pvt. Ltd., DMA merupakan inovasi disruptif yang menciptakan kembali pengalaman mal fisik dalam ruang digital.

Dalam sebuah industri di mana sebagian besar nama-nama besar dioperasikan atau didukung oleh pemain asing, inisiatif unik dan inovatif disruptif Yokeasia Malls ini berpotensi menciptakan hal-hal baru bagi dunia digital India di mata dunia.

Skema Nol Komisi
Peluncuran mal di Noida digadang bakal mengatasi tantangan yang sering dihadapi peritel dan memberdayakan mereka untuk memaksimalkan bisnis dengan penawaran digital yang inovatif dan proposisi nilai yang tinggi.

DMA beroperasi dengan skema nol komisi, jadi peritel di DMA tidak perlu membayar apa pun selain sewa. Hal ini tentu sebuah revolusi besar di mana semua pemain e-commerce utama mengenakan biaya antara 5% -35% dari pendapatan para peritel.

Baca Juga: Tips Lengkap Investasi Kios di Pusat Perbelanjaan

Selain itu, perusahaan akan menyelesaikan semua pembayaran yang diterima dengan segera, memastikan transparansi, dan keterbukaan. Selain itu, DMA juga berupaya memberantas masalah penjualan barang-barang palsu.

Fitur-fitur unik yang ditawarkan, terlepas dari fokusnya pada inovasi digital, membuat kehadiran DMA menjadi pionir yang kuat di ruang e-commerce, baik di India maupun di tingkat global.

Rangkum 5.000 Gerai
Melampaui konsep portal e-commerce yang umum, Mal di Noida milik DMA akan memiliki 11 menara, masing-masing setinggi 10 lantai, yang merangkum lebih dari 5.000 gerai dengan barang-barang dagangan bernilai sekitar Rs500 crore (sekitar Rp 987,6 miliar).

Baca Juga: Era Digital Bawa Pasar Ritel Jakarta Lebih Atraktif

Mal ini akan menggabungkan elemen visual dan sensorik untuk menawarkan lingkungan yang menstimulasi pengunjung. Masing-masing menara didedikasikan untuk berbagai kategori, seperti pria, wanita, anak-anak, elektronik, rumah dan dapur, pendidikan, layanan keuangan, food court, hypermarket, digiplex, dan lain-lain. Pada dasarnya, DMA Noida memiliki semua elemen yang membentuk mal fisik, walaupun secara virtual.

Dengan menciptakan kelas ‘aset digital’ baru yang memberikan pengembalian menarik, DMA juga membayangkan untuk mengubah persepsi umum terhadap istilah ‘investasi’ sambil memastikan keamanan, keuntungan, dan kenyamanan bagi investor.

Segera Rambah 20 Kota di India
Toko-toko di Mal Noida ini dijual (untuk investor) dan disewakan (untuk peritel), sedangkan toko-toko di 20 kota lainnya hanya disewakan saat ini.

Rishabh Mehra, Managing Director dan CEO Digital Mall of Asia mengatakan, pihaknya sangat gembira meluncurkan Mal Noida dan meyakini potensinya untuk merevolusi ruang ritel dan digital di seluruh dunia.

Baca Juga: Ruang Ritel Jakarta: Suplai Tipis Mengerek Tingkat Okupansi

“Proyek ini ditujukan untuk melayani beragam tujuan, mulai transformasi di seluruh industri hingga pemberdayaan peritel melalui model tanpa komisi kami. Tetapi yang paling penting, DMA adalah upaya kami melawan kolonisasi data. Saya setuju dengan sikap Mukesh Ambani (miliarder India asal Mumbai) bahwa data India harus dimiliki oleh orang India, dan tidak dikendalikan oleh perusahaan global. Di era revolusi yang didorong oleh data ini, kami berharap bahwa inovasi disruptif DMA menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk membawa kepemilikan data India kembali ke tangan kami sendiri,” urai Rishabh Mehra, seperti dinukil dari laman IndiaRetailing.com.

Di samping itu, imbuhnya, peluncuran di Noida ini juga menandai langkah pertama DMA menuju peluncuran pan-India di 20 kota termasuk New Delhi, Mumbai, Bengaluru, Pune, Chandigarh, Jaipur, Lucknow, Coimbatore dan lain-lain.

Setelah ekspansi pan-India, DMA berencana untuk memperluas operasinya melintasi pasar Asia dan telah memulai proses pendaftaran di China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Singapura.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda