Mengesankan, Polinesia Akan Bangun Kota Terapung Pertama di Dunia

Rancangan kota terapung tak hanya menawarkan tempat tinggal yang lestari untuk dihuni. Akan tetapi, juga bisa menjadi area konservasi dalam membantu pemulihan terumbu karang serta habitat bagi biota laut.

Rancangan keseluruhan kota terapung yang terbilang ramah lingkungan serta mampu mendukung kelestarian alam sekitar. (Foto: inhabitat)

RumahHokie.com (Polinesia Perancis) – Pemanasan global berdampak pada peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi yang mempengaruhi ketinggian air laut. Kondisi itu membuat daratan di berbagai negara terancam tenggelam di masa mendatang.

Sebagai rencana untuk mengantisipasi hal itu, sebuah lembaga nirlaba asal Amerika Serikat, Seasteading Institute menandatangani nota kesepakatan kerjasama dengan pemerintah Polinesia Perancis untuk mengembangkan rancangan proyek kota terapung yang inovatif.

Baca Juga: Bisa Mengapung Ketika Banjir, Lahan Parkir Ini Pas untuk Jakarta

Dilansir dari Inhabitat, realisasi rencana kota terapung akan diwujudkan pada tahun 2020. Pembangunan proyek besar ini nantinya akan mencakup pembuatan sekitar 15 pulau yang di dalamnya akan terdapat rumah, perkantoran, hotel mewah, restoran dan fasilitas lainnya.

Ditaksir pembangunan kota terapung termasuk infrastruktur, akan ‘menelan’ total biaya  diproyeksikan mencapai USD167 juta atau sekitar Rp258 milyar.

Hampir seluruh bangunan di kota terapung dilengkapi fasilitas panel surya dan kincir angin untuk mendapatkan kemandirian energi yang efisien. (Foto: Inhabitat)

Menurut Joe Quirk, pendiri Seasteading Institute, rancangan kota terapung ini tak hanya menawarkan tempat tinggal yang lestari untuk dihuni. Akan tetapi, juga bisa menjadi area konservasi  dalam membantu pemulihan terumbu karang serta menyediakan habitat untuk biota laut yang baik.

Baca Juga: Diubah Tampilannya, Gedung Bank Tua Ini Jadi Perpustakaan yang Keren

“Kami menganggap area perkotaan sebagai daerah hulu dan mencemari lautan. Hadirnya kota terapung sangat berbeda karena mereka sebenarnya bisa menjadi lingkungan yang restoratif, ” kata Quirk.

Sementara itu, sang arsitek proyek kota terapung, Simon Nummy, menjelaskan arsitektur kota terapung dirancang untuk terhubung dengan alam dan merangkul pemandangan alam lautan lepas yang lestari.

Lebih lanjut, ia mengatakan arsitektur kota terapung dipengaruhi oleh teknologi bahari dan sensibilitas. Kemudian, dikombinasikan dengan rasa nilai-nilai budaya lokal.

“Kota terapung didesain agar terlihat seperti pulau alami, yang menampilkan atap dan bangunan hijau. Nantinya, bangunan-bangunan dibangun dengan bahan material bersumber lokal, seperti bambu, serat kelapa, serta kayu jati,” ujar Nummy.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda