Menggiurkan, Investasi Rumah Bekas dari Pelelangan Bank

Umumnya para investor ini membeli lewat jalur lelang, kemudian melakukan renovasi dan menjual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

rumah bekas - rumahmurahbtn - rumahhokie - dok2
Rumah bekas hasil pelelangan bank dilepas dengan harga miring, sehingga menawarkan marjin keuntungan yang cukup tinggi (Foto: Dok. rumahmurahbtn.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kendati kerap memiliki bentuk yang tak sedap dipandang—bahkan seperti rumah hantu—namun rumah bekas hasil pelelangan bank menjanjikan income yang menggiurkan bagi investor.

Umumnya para investor ini membeli lewat jalur lelang—tentu saja harganya tergolong miring dibanding harga pasar—kemudian melakukan renovasi dan menjual kembali dengan harga yang tentunya lebih tinggi.

Baca Juga: Empat Tips Penting Saat Membeli Rumah Second

“Rumah-rumah yang dilelang ini bentuknya mirip rumah hantu karena kondisinya yang sudah sangat rusak, temboknya berlubang, daun pintu hancur, atapnya sudah hilang, dan tidak lama berpenghuni. Namun setelah direnovasi memiliki nilai jual yang bagus,” jelas Rini Indriyanti, seorang investor rumah lelang, Selasa (17/4/2018).

Menurut Rini, sebenarnya dia bisa saja menjual rumah lelang tersebut apa adanya, tanpa renovasi. Namun setelah renovasi harganya bisa sangat tinggi dan keuntungan pun berlipat.

Dia mengatakan, rumah bekas hasil lelang memang dibanderol dengan harga miring. Kalau beruntung, dia bisa mendapatkannya tanpa persaingan ketat saat dilelang.

Baca Juga: Sebelum Beli Rumah Bekas, Tanyakan Ini Kepada Penjual!

“Saya pernah membeli rumah sengan harga Rp40 juta, setelah direnovasi harganya menjadi Rp130 juta,” akunya. “Pernah juga saya membeli rumah Rp700 jutaan, kemudian saya bisa menjualnya dengan harga Rp1,3 miliar.”

Menurutnya, rumah bekas ini diminati karena berada di lokasi yang baik dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang memadai.

Keuntungan Menggiurkan
Senada dengan Rini, Andreas N. Widjaja owner PT Anugerah Jaya Realty yang bergerak dibidang manajemen properti dan pengembangan juga mengandalkan renovasi rumah bekas sebagai portofolionya.

“Membangun rumah dari nol jauh lebih mahal dan berbelit, karena proses perizinan yang panjang dan lama. Berbeda dengan rumah bekas yang sebagian izin sudah ada,” kata Andreas.

Baca Juga: Tips Sukses Investasi Properti dari Investor Andal!

Dengan demikian, imbuhnya, return on investment (RoI) jauh lebih cepat dibandingkan harus membangun dari nol. Pasalnya, harga rumah bekas cukup kompetitif dibanding rumah baru.

“Margin keuntungannya bisa mencapai 20%. Bukan setahun, namun hanya dalam tiga bulan,” kata Andreas.

Menggeluti bisnis ini sejak 2014, dia mengaku telah memasarkan lebih dari 400 unit rumah.

“Saya memulai bisnis ini dari nol. Saya hanya bermodalkan pinjaman kartu kredit. Awalnya saya melihat pengumuman rumah-rumah yang dilelang di balai lelang dan data rumah lelang yang didaftarkan bank, dalam hal ini Bank BTN,” katanya.

Baca Juga: Cari Rumah Lelangan Bank BTN Lebih Mudah Lewat Situs Online Ini

Setiap kantor cabang Bank BTN biasanya memiliki daftar rumah yang kreditnya macet. Rumah bekas dalam daftar tersebut Jumlahnya beragam, kondisinya juga bervariasi dan lokasinya tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Sekarang, dengan adanya situs rumahmurahbtn.com, saya lebih mudah mencari rumah untuk bisnis saya,” tutur Andreas.

Meski demikian, Andreas menyarankan agar tetap melakukan survei ke lapangan untuk melihat kondisi rumah yang akan dibeli.

Baginya, membeli rumah hasil lelang membutuhkan kejelian dari para peminatnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, jelasnya, adalah lokasi yang strategis, lingkungan yang sudah hidup, akses transportasi, serta perkiraan biaya renovasi yang dibutuhkan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda