Nokia, Nostalgia, dan Perubahan Konsep Bisnis Properti

Kita menyaksikan banyak sekali nostalgia di sektor properti. Dari desain model Spanyol, Mediteranian, sampai gaya minimalis.

konsep perumahan - rumahhokie
Foto: Dok. RumahHokie.com

RumahHokie.com – Masih segar dalam ingatan banyak orang tentang starting tone Nokia yang sangat khas. Bunyinya sama semua saat kita pencet tombol “on” pertama kali.

Tetapi setelah itu, Nokia dilibas Blackberry. Dan sejak aplikasi WhatsApp naik daun, alat komunikasi berganti ke banyak merek dengan leader Samsung dan iPhone. Paling tidak, itu kata saya.

Baca Juga: Konsep Properti Tentukan Siapa Target Marketnya

Kita menyaksikan banyak sekali nostalgia di sektor properti. Dari desain model Spanyol, Mediteranian, sampai gaya minimalis.

Dulu losmen, berubah jadi hotel melati lalu hotel bintang lima. Sekarang malahan “Airbnb” yang bikin “kamar hotel” di rumah-rumah pribadi dan menginap jadi simpel dan murah.

Ada kondominium lalu kondotel, dan hari ini kondovila. Dulu landed doang, lalu highrise, dan sekarang sudah mulai ada lowrise—di Amerika namanya “flat” untuk yang harganya agak murah. Dulu antre ke PLN, lalu beli paket pasca-bayar via minimarket, sekarang beli token di m-banking.

Baca Juga: Dongkrak Sektor Properti, Developer Harus Jeli Melihat Potensi Pasar

Dulu bedak isteri cukup Viva, sekarang Revlon agar jadi cemplon. Dulu mau makan ya datang, sekarang GoFood bisa antar 24 jam.

Semua harus berubah dan Anda wajib ikut. Makanya jangan diam di tempat. Dulu miskin, sekarang miskin. Dulu nggak punya rumah, sekarang nggak punya juga.

Seperti nada dering Nokia, Anda juga perlu punya flashback yang nostalgic. Kalau lihat ada Kijang 1980-an lewat, Anda tersenyum dari balik kaca Alphard.

Tapi kalau lihat kawan SMA menunggu angkot, Anda berhenti dan ajak masuk dan kasih dia duit.

Itu namanya kaya raya. “Kaya yang dirayakan” agar banyak orang ikut kecipratan rejeki. Kalau kaya, boleh sombong dikit deh.

F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda