Pameran Hospitality 2018 Buka Peluang Kolaborasi Antar Industri

Pengembangan destinasi baru di Indonesia ini diprediksi akan merangsang pertumbuhan perekonomian daerah sekitar serta pertumbuhan jumlah hotel dan penginapan.

Pameran Hospitaly 2018-RumahHokie.com-istimewa.jpg
(Foto : Istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) – Indonesia dianggap masih menjadi tujuan menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di industri hospitality. Hal itu tak terlepas dari potensi serta keindahan sumber daya alam yang dimiliki negeri ini.

Dilansir dari laman Hospitalitynet, bahwa di Indonesia terdapat 124 proyek hotel yang dibangun dan 68 diantaranya akan dibuka tahun ini. Tercatat sejumlah brand hotel ternama di dunia akan mulai beroperasi di beberapa kota atau destinasi wisata baru di Tanah Air.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu leading sector perekonomian bangsa.

Baca Juga : Gabungkan 3 Pameran Desain, Traya Akan Gelar Hospitality 2018

Penetapan ini antara lain menargetkan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara hingga tahun 2019 serta menetapkan 10 destinasi unggulan yang nantinya diharapkan menjadi primadona bagi para wisatawan.

Adapun 10 destinasi wisata tersebut adalah, Danau Toba (Sumatra Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung).

Selain itu ada pula Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Pengembangan destinasi baru ini tentu saja akan merangsang pertumbuhan perekonomian daerah di sekitar destinasi tersebut serta pertumbuhan jumlah hotel dan penginapan.

Konsultan properti global, Colliers International Indonesia, memprediksi setidaknya akan ada pasokan 1.521 kamar hotel baru hingga akhir tahun 2018 ini.

Baca Juga : Hospitality 2018 Diproyeksikan Jadi Ajang Berkumpul Industri Horeca

Pameran Hospitality 2018
Di sisi lain, para pelaku industri hospitality yang ada di Indonesia tersebut mengalami kendala untuk mendapatkan vendor yang berkualitas dan sesuai standar internasional.

“Para supplier furnitur untuk hotel-hotel di Indonesia kebanyakan masih membuat
produk sesuai pesanan, belum berani untuk lebih agresif berkreasi dan menyesuaikan
produknya dengan tren dunia,” tutur Erie Sasmito, Ketua Umum Indonesia Furniture Promotion Forum, dilansir dari siaran pers yang diterima RumahHokie.com, Selasa (14/08/2018).

Erie melanjutkan, pameran Hospitality 2018 yang akan digelar Oktober mendatang bisa menjadi barometer bisnis bersama bagi industri desain interior, furnitur, kerajinan, dan hotel di Indonesia di masa depan.

“Pameran itu diproyeksikan menjadi ajang untuk mempertemukan para pelaku bisnis, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), dan vendor untuk bisa berkolaborasi dan bersinergi serta tumbuh dalam ekosistem bisnis yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Pameran Hospitaly 2018 merupakan konsorsium tiga pameran yakni Furniture & Craft Indonesia, Mozaik Indonesia dan Hotel Sourcing Indonesia.

Event yang diselenggarakan PT Traya Eksibisi Internasional di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, ini akan dihelat pada tanggal 24-27 Oktober 2018.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda