Pasar Saham Menurun, Sewa Gedung Perkantoran CBD di Asia Lesu

Laporan terbaru Colliers International menunjukan kota-kota di Asia, seperti Hong Kong, Seoul, Shanghai serta beberapa kota lainnya, mengalami penurunan peminat dalam hal sewa gedung maupun harga.

Pasar Saham Menurun, Sewa Gedung Perkantoran CBD di Asia Lesu
(Foto: hongkong business)

RumahHokie.com (Hong Kong) – Tren pasar saham di Asia yang menurun akhir-akhir ini,
memicu kelesuan industri sewa gedung perkantoran untuk kawasan Central Business District (CBD) di beberapa negara Asia.

Laporan terbaru yang dirilis oleh konsultan real estat global, Colliers International menunjukan kota-kota di Asia, seperti Hong Kong, Seoul, Shanghai serta beberapa kota lainnya, mengalami penurunan peminat dalam hal sewa gedung maupun harga seiring dengan kejatuhan pasar saham.

Menurut Andrew Haskins, Asia Head of Research Colliers International, di Hong Kong penyewa gedung untuk sektor keuangan mencapai 54% dari jumlah ketersediaan ruang kantor Grade A di CBD.

Baca Juga: Pengembang Properti dan Investor Berhati-hati Hadapi Ekonomi Asia

“Hubungan yang kuat antara (tren penurunan) pasar saham dan sewa (gedung perkantoran) dari waktu ke waktu, mengarah ke perkiraan penurunan harga sewa sebesar 3,8% di kawasan CBD pada tahun 2019,” jelas Andrew dalam siaran pers, Selasa (06/11/2018).

Sedangkan sektor keuangan menempati 36% untuk penyewa gedung perkantoran CBD grade A di Seoul, Korea Selatan. Andrew berujar, Seoul berada di peringkat kedua setelah Hong Kong, sebagai kota yang terpengaruh antara kinerja pasar saham dan sewa kantor.

Baca Juga: Colliers International: Gedung Perkantoran ‘Sehat’ Akan Semakin Dilirik

Selain dua kota tersebut, turunnya pasar saham di Asia juga berdampak pada sewa perkantoran kawasan CBD di kota Shanghai, China. Menurut Coliiers, sektor keuangan mewakili 31% dari Indeks Komposit Shanghai dan 42% dari kantor-kantor Kelas A di CBD.

“Kami memprediksi pertumbuhan sewa tahunan di Shanghai rata-rata akan mencapai sebesar 1,5% selama periode tahun 2018 hingga tahun 2022,” katanya.

Baca Juga: Cara Pembayaran Menggunakan KPA Makin Diminati Pembeli Apartemen

Di Singapura, sektor keuangan menghuni 45% dari total ketersediaan ruang gedung kantor kelas A di wilayah CBD negara tersebut. Sektor keuangan mewakili 43% dari Straits Times Index.

Colliers mencatat, akibat hubungan yang relatif lemah antara kinerja pasar saham dan sewa kantor di Singapura serta situasi kekosongan ruang yang saat ini sedang terjadi, diperkirakan  sewa perkantoran akan terus tumbuh sebesar 8% pada tahun 2019 dan 5% pada tahun 2020 mendatang.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda