Pembangunan Rusunawa Pasar Rumput Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Rusunawa Pasar Rumput yang dibuat KemenPUPR mengimplemetasikan pembangunan berkonsep mixed used. Hunian ini disediakan untuk kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Rusun Pasar Rumput, KemenPUPR
(Foto: dok. KemenPUPR)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menargetkan pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) Pasar Rumput, Jakarta Selatan, dapat rampung di tahun ini.

“Kami (Kementerian PUPR) menargetkan pembangunan rusunawa bisa selesai tahun 2019. Saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 93 Persen,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, saat meninjau pembangunan Rusunawa Pasar Rumput beberapa waktu lalu.

Pembangunan Rusunawa Pasar Rumput, nantinya akan digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jakarta.

Baca Juga: KemenPUPR: Pemda Minati Program Bedah Rumah dan Rusun

Khalawi menjelaskan, pembangunan Rusunawa Pasar Rumput yang berlokasi tidak jauh dari Terminal Manggarai merupakan salah satu hasil pembangunan Program Sejuta Rumah untuk masyarakat di Kawasan Ibukota.

Dengan demikian, MBR di Jakarta yang membutuhkan hunian layak dapat menempati hunian vertikal tersebut.

Menurutnya, Rusunawa merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah perumahan di kota besar seperti Jakarta. Hal itu dikarenakan semakin mahal dan terbatasnya lahan untuk lokasi pembangunan rumah tapak.

Baca Juga: Begini Tanggapan APERSSI Tentang Judicial Review Permen PUPR

Lebih lanjut, Khalawi menambahkan, Rusunawa Pasar Rumput adalah pembangunan dengan mengunakan konsep mixed used atau penggabungan antara hunian dan pasar.

“Untuk bagian bawah Rusunawa nantinya akan dimanfaatkan sebagai pasar. Sedangkan di bagian atas, dibangun unit hunian tempat tinggal beserta prasarana pendidikan untuk anak-anak”, tuturnya.

Berdasarkan data yang ada, Rusunawa Pasar Rumput dibangun Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat KemenPUPR sejak tahun 2016 lalu.

Dibangun sebanyak tiga tower dengan ketinggian bangunan masing-masing 25 lantai, Rusunawa ini akan memiliki jumlah hunian sebanyak 1.984 unit dan 1.314 kios.

Baca Juga: Seperti Apa Sih Kriteria Rumah Layak Huni Menurut KemenPUPR?

Sebagai informasi tambahan, perencana pembangunan hunian vertikal sewa ini dikerjakan oleh PT Adhikakarsa Pratama dengan kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya.

Untuk nilai kontrak, Khalawi mengatakan bahwa pembangunan Rusunawa Pasar Rumput ini menghabiskan biaya pembangunan mencapai Rp961 milyar. Rencananya, setelah pembangunan selesai rusunawa ini akan diserahterimakan kepada Pemda DKI Jakarta.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda