Pemerintah Hanya Mampu Bangun 20% Rumah Rakyat dengan APBN

Agar Program Sejuta Rumah bisa diikuti oleh masyarakat lebih luas, Kementerian PUPR tengah merumuskan kebijakan penyelenggaraan pembangunan perumahan berbasis komunitas.

anak-anak rumah susun - kemenpupr - rumahhokie - dok
Anak-anak penghuni rumah susun (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

RumahHokie.com (Semarang) –  Guna mendorong penyediaan hunian yang baik untuk masyarakat, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melakukan Konsolidasi Awal Penyusunan Program Perumahan di Indonesia.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, masalah perumahan di Indonesia ke depan akan memegang peranan penting, mengingat kebutuhan rumah merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi.

Baca Juga: Inilah 25 Bank Penyalur KPR Rumah Subsidi di 2019

Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong keterlibatan pemerintah daerah, kementerian/ lembaga, pengembang, perbankan, sektor swasta dan masyarakat untuk bergerak bersama pemerintah melaksanakan pembangunan rumah.

“Kami juga perlu menyiapkan rencana program perumahan untuk tahun depan. Apalagi saat ini Program Sejuta Rumah sangat bermanfaat untuk masyarakat,” terang Khalawi saat membuka kegiatan Konsolidasi Awal Penyusunan Program Perumahan di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/2/2019).

Baca Juga: Sosiolog: Pembangunan Rumah Harus Perhatikan Kebahagiaan Rakyat

Sejak dicanangkan April 2015 silam, imbuhnya, progres pembangunan rumah pun tercatat terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan semakin membaiknya perekonomian dan daya beli masyarakat di sektor properti. Pemerintah pun terus mendorong terwujudnya kemudahan perizinan dan pemberian insentif bagi mitra kerja yang ikut aktif dalam Program Sejuta Rumah.

Masih Perlu Dukungan Stakeholder Perumahan
Khalawi menambahkan, pemerintah tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk pelaksanaan Program Sejuta Rumah di lapangan.

Hal itu dikarenakan pemerintah hanya mampu menyediakan hunian bagi masyarakat melalui dana APBN hanya sekitar 20% saja.

Baca Juga: Kementerian PUPR Targetkan 1,25 Juta Unit Rumah Tahun Ini

Sebanyak 30% pembangunan rumah berasal dari bantuan pembiayaan perumahan bersubsidi yakni KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sisanya 50% adalah rumah yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya dan pengembang perumahan secara formal.

“Target pembangunan rumah untuk masyarakat pada tahun 2019 ini kami tingkatkan dari sebelumnya satu juta unit menjadi 1,25 juta unit,” ujarnya.

Perumahan Berbasis Komunitas
Untuk mendorong agar Program Sejuta Rumah bisa diikuti oleh masyarakat yang tergabung dalam komunitas, Kementerian PUPR juga tengah merumuskan kebijakan penyelenggaraan pembangunan perumahan berbasis komunitas.

Keberadaan komunitas yang banyak tersebar di seluruh wilayah Indonesia diharapkan dapat mendukung pembangunan perumahan untuk masyarakat dan meningkatkan capaian Program Sejuta Rumah di Indonesia.

Baca Juga: Kementerian PUPR Kaji Pembangunan Perumahan Berbasis Komunitas

Khalawi menilai, pembangunan perumahan berbasis komunitas sangat penting karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam pembangunan perumahan.

“Kami harap melalui kebijakan pembangunan rumah yang berbasis komunitas ini bisa segera diimplementasikan di lapangan. Kami akan menggandeng seluruh komunitas-komunitas yang ada di seluruh Indonesia dalam pembangunan rumah,” ujarnya.

Baca Juga: Bank BTN Kucurkan KPR Kepada Komunitas Pencukur Rambut Garut

Khalawi menambahkan, pemerintah telah membantu beberapa pembangunan rumah untuk sejumlah komunitas yang ada di daerah, seperti di Kendal, Jawa Tengah dan Garut, Jawa Barat.

Komunitas masyarakat Guru Tidak Tetap dan Buruh di Kendal, bekerjasama dengan Universitas Diponegoro Semarang dan Bank BTN membangun rumah di Perumahan Curug Sewu Asri di Kecamatan Patean.

Sedangkan di Garut, komunitas tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) bersama pengembang dan Bank BTN bekerjasama membangun 150 unit rumah di Perum PPRG yang berada di Desa Sukamukti Kecamatan Banyuresmi.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda