Penjualan Properti Residensial Melambat di Kuartal III-2018

Secara kuartalan, melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada tipe rumah kecil dan menengah.

rumah minimalis - rumah menengah - rumahhokie - dok
Foto: Dok. RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Kenaikan harga properti residensial secara kuartalan melambat pada kuartal III-2018. Hal ini tercermin dari kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal III-2018 sebesar 0,42% (qtq), lebih rendah dibandingkan 0,76% (qtq) pada kuartal sebelumnya.

Secara tahunan, kenaikan harga properti residensial juga melambat dari 3,26% (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 3,14 % (yoy). Demikian nukilan laporan Survei Harga Properti Residensial kuartal III-2018 yang dirilis Bank Indonesia.

Baca Juga: Properti Residensial: Harga Tersendat, Penjualan Terhambat

Secara kuartalan, melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada tipe rumah kecil dan menengah. Pada kuartal III-2018, kenaikan harga rumah tipe kecil melambat dari 1,35% (qtq) pada kuartal sebelumnya menjadi 0,69% (qtq).

Pada rumah tipe menengah, kenaikan harga melambat dari 0,68% (qtq) menjadi 0,26% (qtq). Sedangkan pada rumah tipe besar mengalami sedikit peningkatan dari 0,27% (qtq) menjadi 0,30% (qtq).

Berdasarkan wilayah, kenaikan harga properti residensial tertinggi terjadi di kota Samarinda (1,52%, qtq).

Baca Juga: Ingin Punya Rumah di Usia 30 Tahun? Ini yang Kamu Harus Lakukan

Secara tahunan, melambatnya kenaikan harga rumah properti residensial terjadi pada rumah tipe menengah dari 3,40% (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 3,06% (yoy) pada kuartal III-2018.

Sedangkan pada rumah tipe kecil dan rumah tipe besar, kenaikan harga masing-masing tipe menguat dari 4,77% (yoy) menjadi 4,85% (yoy) dan dari 1,65% (yoy) menjadi 1,66% (yoy) pada kuartal III-2018.

Baca Juga: Pelonggaran LTV Disinyalir Belum Bisa Mendongkrak Industri Properti

Sementara berdasarkan wilayah, kenaikan harga properti residensial tertinggi terjadi di kota Surabaya (5,63%, yoy)

Pada kuartal III-2018, meski kenaikan IHPR secara kuartalan melambat, namun biaya yang dikeluarkan oleh rumah tangga untuk tempat tinggal semakin meningkat.

Hal ini tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,73% (qtq), lebih tinggi dari 0,64% (qtq) pada kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan Penjualan Melambat
Hasil survei menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan properti residensial pada kuartal III-2018 turun sebesar -14,14% (qtq), lebih rendah dibandingkan -0,08% (qtq) pada kuartal sebelumnya,  namun masih lebih tinggi dibandingkan -24,74% (qtq) pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Inilah Aturan Baru Uang Muka KPR yang Ditetapkan Bank Indonesia

Menurunnya penjualan pada kuartal III-2018 disebabkan oleh penurunan penjualan pada semua tipe rumah, yaitu rumah tipe kecil (-15,92%, qtq), rumah tipe menengah (-11,14%, qtq), dan rumah tipe besar (-11,11%, qtq).

Sebagian besar responden berpendapat bahwa faktor utama yang menyebabkan penurunan penjualan rumah pada kuartal III-2018 adalah penurunan permintaan konsumen, terbatasnya penawaran perumahan, suku bunga KPR yang dianggap masih tinggi, dan harga rumah yang kurang terjangkau oleh konsumen.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda