Penting! Perhatikan Hari-hari Baik Dalam Memasarkan Properti

Selain siklus makro properti, developer atau broker mesti melihat bulan baik dalam kearifan lokal yang dipercaya calon konsumen.

buku organizer - kalender - pensil - rumahhokie
Untuk menjual rumah perlu juga memerharikan hari baik dan pamali yang dipercaya calon konsumen (Foto: Diolah oleh RumahHokie.com)

RumahHokie.com – Kawan saya mengerti bisnis yang digelutinya. Kalau musim kawin, dia bakal jualan banyak rumah. Orang pintar memang pantas kaya. Yang pintar, tapi nggak kaya karena kebanyakan gaya.

Ternyata selain siklus makro properti, kawan-kawan developer/broker bisa melihat bulan baik dalam kearifan lokal.

Baca Juga: Mau Sukses Berinvestasi, Pahami Empat Siklus Properti

Orang Tionghoa punya perhitungan feng shui dan pakai pa kua, orang Jawa punya primbon dan pakai nogo dhino/weton, orang Aceh memilih Uroe Baleun. Bali punya Pawukon dan Wewaran. Orang Jakarta memilih nikah kalau gedungnya lagi tak ada yang menyewa alias tradisi “odong-odong” (berjalan semau gue, yang penting semua hepi).

Memilih hari juga penting. Kawan Batak saya punya hari kelima yang disebut Barospati, yang cocok untuk membeli/pindah rumah. Orang Jawa jangan negosiasi di hari Selasa, karena artinya “selo” (kosong).

Baca Juga: Ini Dia, Dua Kunci Sukses Jadi Broker Properti!

Maka, Anda yang percaya, ya perhatikan pamali-pamali masyarakat. Yang penting jangan pernah ingkar kepada kebesaran Tuhan.

Kalau tahu bahwa ini bulan baik untuk menikah, siapkan jenis-jenis properti dipasarkan (listing) yang cocok untuk pasangan muda dengan kisaran harga Rp150 juta – Rp500 juta.

Mereka adalah end-user buyer sehingga banyak emotional motives (senang, bangga bisa beli rumah, nyaman, dan dekat rumah mertua).

Baca Juga: Copy Cat and Yes Market: Semua Orang Adalah Pembeli Emosional

Jualan properti harus paham pasar, jangan asal listing, karena konsumen punya siklus—yang tidak hanya dimiliki wanita haid. Siklus launching/investor gathering ya tanggal 27 sampai 5 bulan berikutnya, karena mereka semua sudah gajian.

Apakah musim durian berkaitan dengan broker properti? Ya, karena durian dan lidah broker sama-sama tajam. Isi (hati) nya tidak mudah ditebak, terkadang manis, tapi bisa juga asam.

Durian dan broker sama-sama tajam baunya. Bau broker itu kemana-mana, meski kita tidak butuh hunian, laiknya durian Cikarang dari kebon Mangkarta.

F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda