Percepatan Pengukuran Tanah, ATR/BPN Gunakan Peranti Canggih

Target Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sangat besar. Tahun ini saja targetnya mencapai delapan juta bidang pengukuran.

Sertifikat-tanah-sengketa-BW-rumahhokie-anto-erawan-dok
Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan berbagai upaya percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Salah satu upaya dilakukan dengan cara mengadopsi penggunaan alat ukur Global Navigation Satellite System Real-Time Kinematic (GNSS-RTK).

Baca Juga: Dua Implikasi Penting Memiliki Sertifikat Tanah

Kepastian letak dan batas dengan ketelitian dan keakuratan yang tinggi serta real time, dapat dicapai dengan penggunaan alat ukur tersebut. Dengan demikian, pengukuran dan pengolahan data bidang tanah dapat dilakukan lebih cepat.

“Target kami sangat besar, tahun ini delapan juta bidang (pengukuran). Zaman dulu belum ada alat-alat seperti yang kita punya hari ini, tetapi hasil yang diukur semua precise karena kualitas kerja orang dulu bagus. Yang paling penting, apapun teknologinya apabila tidak ada integritas dalam pelaksanannya tidak akan memberikan hasil yang baik,” jelas Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil dalam siaran pers yang dirilis Kementerian ATR/BPN Selasa, (10/7/2018).

Baca Juga: Infografis: Manfaat Memiliki Sertifikat Tanah

Menurutnya, sumber daya manusia yang tersedia saat ini sekitar 2.000 orang juru ukur yang didukung oleh lebih dari 7.000 orang Surveyor Kadaster Berlisensi memerlukan dukungan infrastruktur peralatan pengukuran dan pemetaan yang memadai, teknologi terkini, mudah digunakan, presisi sekaligus akurat. Dalam hal ini, alat GNSS-RTK menjadi pilihan pertama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Ini adalah bagian kita memperbaiki negeri ini. Yang kita kerjakan bukan hanya mengukur tanah, tapi bagaimana mempersiapkan supaya negeri ini bisa tumbuh lebih cepat,” imbuh Sofyan.

Baca Juga: Kepala PPATK: Tanah Rentan Jadi Ajang Pencucian Uang

Lebih lanjut dia memaparkan, tidak dapat dipungkiri, penggunaan teknologi terkini dalam proses pertanahan dari hulu ke hilir, dari pelayanan loket hingga ke pengukuran dan pengumpulan data yuridis di lapangan, menjadi agenda Kementerian ATR/BPN.

Hal tersebut menurut Sofyan sejalan dengan proses modernisasi pelayanan di kantor-kantor pertanahan. Sistem KKP yang ada saat ini sudah menjadi awal yang baik, dan dengan penggunaan platform mobile yang terkoneksi dengan alat ukur dan tablet, akan membuat sistem tersebut lebih solid dan efektif.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda