Performa Pasar Perkantoran Surabaya Belum Menggembirakan

Meskipun dari sisi suplai ruang perkantoran di Surabaya bertumbuh sebanyak 2%, akan tetapi tidak dibarengi dengan daya serap pasar yang belum banyak berubah sejak tahun 2016 lalu.

pasar perkantoran Surabaya
Ilustrasi pasar perkantoran di Surabaya. (Foto: skyscrapercity)

RumahHokie.com (Jakarta) – Konsultan properti global, Colliers International Indonesia, melaporkan performa pasar perkantoran di daerah Surabaya secara umum pada periode kuartal-IV 2018, dianggap tidak terlalu baik.

Colliers International Indonesia melihat, meskipun dari sisi suplai ruang perkantoran sewa di Surabaya bertumbuh sebanyak 2%, akan tetapi tidak dibarengi dengan daya serap pasar yang tidak banyak perubahahan sejak tahun 2016 lalu.

“Saat ini kami belum melihat satu katalis yang mampu mendorong penyerapan ruang perkantoran sewa di Surabaya hingga tahun 2021 mendatang,” ucap Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia, beberapa waktu lalu di gedung WTC, Jakarta.

Baca Juga: Pengembang Properti dan Investor Berhati-hati Hadapi Ekonomi Asia

Mereka memproyeksikan dengan rata-rata penambahan pasok kantor per tahun (periode 2019 – 2021) mencapai sekitar 80.000 meter persegi, jumlah pasok akan dianggap empat kali lebih cepat apabila dibandingkan dengan tingkat serapan.

Dengan kondisi itu, Ferry menjelaskan proyeksi tingkat hunian kantor akan tergerus 20% sampai tahun 2021 dibandingkan saat ini.

Sedangkan untuk tarif sewa sepanjang kinerja di tahun lalu, harga sewa gedung perkantoran di Surabaya tengah mengalami penurunan sebesar 5% (y-o-y).

Baca Juga: Harga Rumah di Surabaya Tercatat Mengalami Kenaikan Tertinggi

Colliers melihat, sebagian besar pemilik properti masih bertahan dengan harga sewa saat ini. Akan tetapi, beberapa pemilik properti mulai menurunkan harga sewa untuk mendorong kinerja tingkat hunian.

“Ini adalah penurunan tarif sewa dalam batas level asking rent. Kita bisa membayangkan bagaimana di level transaksinya, jika di asking rent-nya sudah turun,” kata Ferry.

Menurutnya, jika suplai gedung perkantoran bertambah di tahun 2019 ini, kemungkinan tarif harga sewa akan turun kembali di level 2,5%. “Jadi memang outlook-nya kurang begitu positif untuk pasar perkantoran di Surabaya,” sambungnya.

Baca Juga: Sertifikasi Tanah di Surabaya Ditargetkan Selesai dalam Setahun

Sementara itu, hal yang tidak menggembirakan juga ditunjukan kinerja penjualan di pasar perkantoran Surabaya.

Berdasarkan laporan Colliers, jika melihat tren penjualan sepanjang tahun 2018, diperlukan durasi yang lebih panjang untuk mulai menunjukkan pertambahan serapan (dengan jumlah pasok yang sama).

“Tingkat serapan penjualan gedung kantor strata tidak akan terlalu tinggi. Hal itu dikarenakan pembeli di Surabaya masih berasal dari investor. Sementara, untuk di Jakarta, pembeli kantor banyak berasal dari end-user,” pungkas Ferry.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda