Pertimbangkan Ini Ketika Ingin Merencanakan Rumah Tumbuh

Ada kalanya keterbatasan dana menjadi penghambat dalam membangun rumah. Agar hunian yang ideal terwujud, banyak masyarakat merencanakan membuat huniannya dengan konsep rumah tumbuh.

Rumah Tumbuh-RumahHokie.com-pixabay
Ilustrasi rumah tumbuh. (Gambar: pixabay)

RumahHokie.com (Jakarta) – Memiliki hunian nyaman dan ideal merupakan idaman bagi setiap orang, terlebih untuk pasangan muda yang baru saja menikah. Namun, ada kalanya keterbatasan dana yang dimiliki menjadi penghambat mereka dalam membangun rumah.

Nah, untuk mewujudkan impian akan hunian yang ideal, banyak masyarakat memilih merencanakan dan membangun dengan konsep rumah tumbuh.

Bagi yang belum tahu, rumah tumbuh adalah salah satu cara dalam merencanakan dan membangun hunian secara bertahap. Umumnya, konsep ini dilakukan dalam kurun waktu yang panjang.

Baca Juga : Infografis: Aturan Pembangunan dan Kepemilikan Rumah Tapak

Jika Anda sedang merencanakan dan menimbang ingin membangun dengan konsep rumah tumbuh, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Simak ulasannya berikut ini!

Jenis pengembangan
Dalam perencanaan rumah tumbuh, Anda dapat menentukan arah pengembangannya. Mau dikembangkan secara vertikal atau horizontal?

Jika memilih penambahan vertikal, itu berarti Anda akan meningkatkan ketinggian rumah. Untuk itu Anda harus memastikan sedari awal bahwa di perencanaan kekuatan struktur sudah diperhitungkan secara matang.

Struktur bangunan, baik pondasi maupun kolom, sudah harus mampu menahan beban hingga dua lantai atau lebih.

Sedangkan jika pembangunan rumah tumbuh ke arah horizontal, Ada baiknya membiarkan tulangan struktur tetap keluar. Hal ini bertujuan untuk memudahkan penyambungan struktur di tahap pengembangan berikutnya.

Baca Juga : Agar Dana Kredit Renovasi Rumah Tepat Sasaran, Perhatikan 5 Hal ini!

Rencana anggaran biaya
Tujuan, kebutuhan, dan perencanaan sangat mempengaruhi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam konsep rumah tumbuh. Pikirkan secara matang kebutuhan ruang yang Anda butuhkan dan kapan membutuhkannya.

Misalkan saja kamar anak. Jika Anda saat ini memiliki satu anak, rumah dengan dua kamar tentu cukup. Namun, apabila Anda memiliki anak lagi di kemudian hari, apakah perlu membuat kamar tambahan dan kapan kamar tersebut akan dibangun.

Atas dasar itu, Anda bisa membuat RAB dari awal pembangunan hingga tahap akhir. Jangan lupa untuk memperhitungkan inflasi saat menyusun rencana anggaran.

Untuk pembangunan awal, Anda dapat menyesuaikan dengan kondisi harga saat ini. Akan tetapi, untuk tahap-tahap berikutnya, biaya tentu lebih besar.

Berikan selisih nilai kenaikan sebesar 5 % hingga 10% setiap tahunnya. Dengan cara ini, Anda dapat memperhitungkan kenaikan biaya yang mungkin dikeluarkan pada tahap pembangunan berikutnya.

Meskipun pembangunannya dibuat dengan cara mencicil, jangan sampai lupa akan kualitas dari bangunan rumah tumbuh Anda ya, Hokie People!

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda