Perumnas dan PT KAI Mulai Pembangunan Rusun Tanjung Barat

Rusun tiga menara ini dibangun di atas lahan 1,5 hektar, dimana masing-masing menara setinggi 29 lantai. Diperkirakan proyek ini rampung dalam dua tahun.

Foto: Ristyan Putra - KemenPUPR

RumahHokie.com (Jakarta) – Bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Perum Perumnas memulai pembangunan rumah susun (Rusun) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Rusun tiga menara ini dibangun di atas lahan 1,5 hektar, dimana masing-masing menara setinggi 29 lantai. Untuk membangun proyek ini, Perumnas dan PT KAI membutuhkan waktu sekitar dua tahun dengan menggelontorkan dana Rp705 miliar.

Selain hunian, Rusun Tanjung Barat akan dilengkapi beberapa fasilitas penunjang seperti tempat ibadah, ruang pertemuan, sarana bermain anak, dan area komersial.

Baca Juga: Hanya Perumnas yang Bisa Membangun Rusunami

Ada tiga tipe hunian yang ditawarkan, yakni tipe studio, satu kamar tidur, dan dua kamar tidur. Dari sebanyak 1.232 unit hunian vertikal yang dipasarkan, sebanyak 289 uni akan diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai Rusunami (rumah susun sederhana milik), sedangkan sisanya akan dibuat sebagai Anami (apartemen sederhana milik).

Direktur Utama Perum Perumnas, Bambang Triwibowo mengatakan Rusunami berkonsep TOD ini akan mengurangi waktu tempuh yang harus dihabiskan dari rumah ke ke tempat bekerja.

“Selain itu, penggunaan kereta juga akan menghemat biaya transportasi serta mengurangi kemacetan dan tingkat polusi udara,” kata Bambang.

Dia juga meyakini keberadaan Rusun ini dapat membantu mengurangi angka kebutuhan rumah (backlog) yang masih tinggi.

Target 50 Rusun Berkonsep TOD
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan, groundbreaking ini dilakukan untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-72.

“Pembangunan ini akan memberikan dampak pada perkembangan kawasan ekonomi di Tanjung Barat dan sekitarnya. Walaupun rumit dan banyak tantangan berat, pembangunan Rusun TOD harus berkualitas,” kata Menteri Basuki dalam siaran pers yang dirilis KemenPUPR.

Baca Juga: Salah Kaprah Pengembangan Kawasan Berbasis TOD di Jakarta

Menurutnya, konsep yang ditawarkan ini merupakan inovasi dalam penyediaan rumah vertikal di lokasi strategis.

“Kalau kita bangun rumah tapak sebanyak 1.200 unit, lahan yang diperlukan sangat luas dan tidak semua bisa dibangun, karena 40% dibatasi koefisien lantai bangunan (KLB) dan diperuntukkan bagi ruang terbuka hijau (RTH),” jelas Basuki.

Perum Perumnas sendiri menargetkan membangun 50 TOD di seluruh Indonesia. September 2017, Perum Perumnas juga berencana memulai pembangunan Rusun TOD di Pondok Cina dan Klender, yang akan dilanjutkan di beberapa lokasi lain, seperti Manggarai, Tangerang, Senen, dan Bogor.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda