Peruntungan Anda dan Rumah yang Hoki di Tahun Babi Tanah 2019

Tahun 2019 ini kita memasuki Tahun Babi Tanah, dimana Babi yang memiliki unsur Air bertemu dengan unsur Tanah. Hal ini bisa menjadi konflik.

feng shui - tahun babi 2019 - rumahhokie - dok
Tahun Babi Tanah 2019

Oleh: Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo

RumahHokie.com – Dalam feng shui ada dua macam siklus. Pertama, siklus produksi (production cycle) yakni lima unsur yang saling mendukung: Air memberi hidup bagi Kayu, Kayu menyalakan Api, Api membakar menghasilkan Tanah, di dalam Tanah ada partikel Logam, sementara Logam adalah benda yang bisa mencair.

Kedua siklus kontrol (controlling cycle) yang memperlihatkan konflik unsur-unsur: Air dikontrol Tanah, Tanah dikontrol Kayu, Kayu dikontrol Logam, Logam dikontrol Api, sementara Api dikontrol Air.

Baca Juga: Miliki di Rumah: Benda Pembawa Rezeki dan Hoki di Tahun Babi Tanah 2019

Tahun 2019 ini kita memasuki Tahun Babi Tanah, dimana Babi yang memiliki unsur Air bertemu dengan unsur Tanah. Hal ini bisa menjadi konflik.

Dari lima elemen, ada hubungan harmonis dan tak harmonis. Di Tahun Babi Tanah ini, Tanah mengontrol Air. Pada dasarnya, Air yang mengalir bebas, tiba-tiba dikontrol Tanah, jadi Air berusaha menghancurkannya. Tanah yang terkena air banyak, akan becek dan pada akhirnya bisa menimbulkan tanah longsor.

Fenomena ini akan terjadi di 2019, terutama di musim hujan. Kemungkinan curah hujan akan tinggi, sehingga bakal banyak terjadi bendungan jebol atau tanah longsor.

Baca Juga: Delapan Tips Membuat Ruang Keluarga Ideal Menurut Feng Shui

Jika dilihat dari aspek figurative meaning (arti kiasan), Babi yang memiliki unsur Air kehendaknya jernih, tetapi kalau terkena unsur Tanah, maka akan menjadi keruh. Kekeruhan yang terjadi di tahun ini terkait pikiran, bisa juga kesalahan karena masalah yang masih keruh (tidak jelas), tiba-tiba sudah mengambil keputusan.

Dengan demikian, kita harus sabar mengambil keputusan hingga persoalan jernih—seperti menunggu tanah mengendap dan membuat air kembali jernih.

Teori Bintang Terbang
Bila dilihat dari teori Flying Star (Bintang Terbang), di Tahun Babi Tanah ini Bintang 8 (bintang kesuksesan dalam keuangan dan cita-cita) ada di tengah. Jadi tahun ini termasuk bagus, karena banyak kesuksesan yang bisa dicapai, terutama di bidang ekonomi.

Celakanya, posisi yang bagus ini diwarnai oleh pertentangan Tanah dengan Air, sehingga kesuksesan bisa gagal jika salah langkah dan kurang sabar dalam bertindak.

Baca Juga: Tips Feng Shui Agar Jomblo Bisa Cepat Mendapat Jodoh

Untuk indonesia kasusnya cocok, terutama karena memasuki tahun politik. Akan banyak keputusan diwarnai kekeruhan yang bisa menimbulkan ketidaktenangan. Jadi secara kenyataannya, tanah bisa longsor karena air dalam jumlah besar mendobrak. Pengertian kiasannya, sesuatu yang dipertahankan akan jebol.

Selain Bintang 8, Bintang Baik lain adalah Bintang 1, 6, dan 9. Bintang 1 yang mewakili uang masuk berada di Barat. Bintang 9 mewakili perayaan berada di Barat Laut. Perayaan di sini bisa mendapat menantu atau jodoh, lulus ujian, dan jabatan pangkat.

Baca Juga: Aturan Feng Shui Ini Dipercaya Bisa Bikin Artis dan Caleg Makin Populer

Bintang 6 yang bagus untuk promosi dan karir berada di Timur. Sementara itu, Bintang 4 yang mewakili romantisme, kebijaksanaan, dan pengetahuan berada di Utara.

Bintang 7 yang mengindikasikan bahaya kebakaran berada di Tenggara. Bintang 2 atau Bintang Peyakit berada di Timur Laut. Bintang 5 (Bintang Apes) ada di Barat Daya, sedangkan Bintang 3 yang jadi pemicu kerusuhan/cekcok ada di Selatan.

Hal yang perlu dikhawatirkan dalam alam bisa menimbulkan gerakan tanah. Ada kemungkinan di Indonesia terjadi tanah longsor, bisa juga terjadi gempa.

Kiat Memicu Hoki
Perlu diperhatikan, bahwa Bintang yang baik baru akan bekerja jika dipicu, jika tidak dipicu energi positifnya tidak akan bergerak. Cara memicunya bisa dengan memakai water feature yang aktif.

Pemicu energi positif ini memiliki empat syarat, yaitu benda bergerak, benda benda bersuara, benda bercahaya, dan benda hidup. Benda yang banyak dipakai sebagai pemicu adalah akuarium, karena memiliki keempat syarat ini: ikan (benda hidup), percikan air (bersuara), air mengalir (bergerak), dan lampu (benda bercahaya).

Baca Juga: Feng Shui dan Simbol-simbol Pembawa Energi Chi

Selain akuarium, ada pula yang menggunakan jam bandul—jam dengan pendulum yang berbunyi setiap 30 menit—sebagai pemicu energi positif.

Di Tahun Babi Tanah ini, Bintang-bintang baik, seperti Bintang 1, 6, 8, dan 9 perlu dipicu, terserah mau memakai benda yang mana.

Di samping Bintang pembawa keberuntungan, mereka yang memiliki Shio Kambing, Kelinci, dan Macan juga diprediksi akan beruntung di Tahun Babi Tanah. Namun, seperti Bintang-bintang tersebut, pemilik shio-shio ini juga harus memicu keberuntungan dengan benda-benda tersebut di rumah mereka.

Cara Mengatasi Kesialan
Di sisi lain, Bintang-bintang yang membawa kemalangan perlu diantisipasi dengan teori Feng Shui Cure. Misalnya jika rumah menghadap Barat Daya (terkena Bintang Apes nomor 5) penghuni bisa memasang fung ling atau lonceng angin.

Jika rumah menghadap Tenggara (Bintang 7) bisa menggunakan water feature dengan unsur Yin yang diam, misalnya tempayan berisi air. Bisa juga menggunakan karpet warna biru bila posisi Tenggara jatuh di daerah rawan Api seperti dapur. Namum, Anda tetap harus berhati-hati menyalakan kompor dan jangan lupa mematikan kompor bila bepergian.

Baca Juga: Awas, Benda Aneh Dalam Rumah Bisa Sebabkan Energi Buruk

Selama Anda berhati-hati tidak akan terjadi apa-apa, namun jika tak hati-hati, kecenderungan kecelakaan bakal terjadi.

Bila kedatangan Bintang 2 di Timur Laut, pencegahannya bisa dengan menempatkan kalabas atau labu yang biasa digunakan sebagai kendi air, seruling, atau bambu-bambu kecil yang diikat. Kendati demikian, kita tentu harus tetap memerhatikan kesehatan.

Baca Juga: Pindah ke Rumah Baru, Perhatikan Shio dan Aturan Feng Shui

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah, arah hadap rumah berpengaruh bagi seluruh penghuni, sementara posisi ruangan di dalam rumah (sesuai Fei Xing) hanya berpengaruh kepada siapa dan apa yang ada di area tersebut.

Misalnya, jika rumah menghadap Timur Laut (Bintang Penyakit), kecenderungannya seluruh penghuni akan menderita sakit. Namun, rumah dengan arah hadap lain, penghuni ruangan yang berada di Timur Laut yang kemungkinan akan sakit.

Dr. Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo adalah Pendiri Feng Shui School Indonesia. Pasangan suami-istri yang tinggal di Surabaya ini merupakan penulis artikel feng shui untuk RumahHokie.com.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda